- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) – Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo masih berjibaku membuka akses jalan di ruas Jatirejo-Kulonprogo yang tertimbun longsor pada Sabtu (27/12/2025).

Sebagaimana diketahui hujan Deras yang mengguyur Purworejo pada Jumat pekan lalu mengakibatkan longsor hingga menutup akses jalan di sejumlah titik. Satu diantaranya di wilayah Kecamatan Kaligesing ruas Jatirejo-Kulonprogro Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Instruksi kepala daerah baik bupati maupun wakil bupati, akses di ruas jalan Jatirejo tersebut harus segera dibuka agar aktifitas masyarakat tidak terganggu,” ucap Kepala Dinas PUPR Purworejo, Suranto, Rabu (31/12/2025).

Menindaklanjuti instruksi itu pihaknya sudah bekerja dengan menerjunkan tim serta alat berat sejak Sabtu (27/12/2025). Di ruas tersebut terjadi tiga titik longsor di wilayah Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing. Saat ini pembersihan material longsoran masih dilakukan.

“Di ruas ini ada tiga titik, ada bahu jalan yang tertimbun longsoran maupun bahu jalan yang langsur. Kami bersama BPBD sudah melakukan mitigasi dan melakukan penanganan segera karena kalau tidak segera akan bertambah parah,” sebut Suranto lagi.

ads

Ia menjelaskan dari tiga titik longsor itu dampak terparah terjadi di Dusun Sigayang, beruntung tidak ada korban jiwa. Di lokasi tersebut bahu jalan sepanjang 40 meter tertutup sepenuhnya. Tutupan material longsoran mencapai ketinggian 15 meter.

Suranto menyebut alat berat sudah diterjunkan sejak Minggu (28/12/2025). Pada Selasa kemarin sebetulnya jalan sudah bisa dilalui namun akibat longsor susulan pihaknya harus kembali berjibaku membersihkan material yang menutup bahu jalan.

“Kemarin sudah 90 persen lebih tapi ada longsor susulan yang menutup 60 persen bahu jalan. Hari ini saya bersama kepala BPBD akan kembali ke lapangan untuk melihat progres pembersihan material,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Purworejo, Muhammad Adnan menerangkan titik pertama longsor di Desa itu terjadi di Dusun Krajan, Jatirejo. Separuh bahu jalan sepanjang 17 meter, termasuk talud ambrol dalam peristiwa itu. Penanganan di lokasi tersebut sudah selesai dan jalan sudah bisa dilalui.

“Hari Sabtu tim turun dengan alat berat, kami lakukan normalisasi saluran air dan pasang pagar pengaman. Lalu hari Minggu kami bongkar tebing untuk pelebaran jalan sementara agar bisa dilalui. Kami juga buatkan jalan air dan sudah menutup lubang longsoran,” ujarnya.

Titik kedua di Dusun Sigayang dimana bahu jalan sepanjang 40 meter tertimbun meterial longsoran. Saat ini ini tim masih bekerja keras untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor susulan.

Titik ketiga masi di wilayah Desa Jatirejo. Di lokasi itu tebing longsor dan menutup sebagian bahu jalan. Meski tertimbun material jalan di lokasi ini masih bisa dilalui.

“Tergetnya hari ini akses jalan dari Desa Jatirejo (Purworejo) hingga Hargotirto (Kulonprogo) bisa dilalui. Kalau hari ini belum bisa selesai maka pembukaan material akan kita lanjutkan lagi nanti hari Jumat (2/1/2026) karena besok masuk hari libur,” demikian katanya.(dnl)