Screenshot
- iklan atas berita -

Metro Times (Kebumen) BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu dan kecepatan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebagai bentuk komitmen tersebut, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, melakukan kunjungan kerja ke RS PKU Muhammadiyah Gombong, Senin (8/12), untuk memastikan implementasi transformasi digital berjalan optimal dalam mendukung layanan peserta JKN.

Pada kesempatan tersebut, RS PKU Muhammadiyah Gombong menerima apresiasi Penghargaan Transformasi Digital dari BPJS Kesehatan.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan rumah sakit dalam menerapkan layanan dan sistem digital secara menyeluruh. Capaian tersebut meliputi integrasi sistem antrean online, integrasi sistem klaim, penerapan Electronic Surat Eligibilitas Peserta (E-SEP), penggunaan finger print dan FRISTA, serta implementasi bridging farmasi. Seluruh penerapan digital ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam memodernisasi layanan sehingga mempermudah akses dan mempercepat proses pelayanan bagi pasien.

“Transformasi digital merupakan salah satu pilar utama BPJS Kesehatan dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan setara bagi masyarakat,” kata Edwin.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi perubahan cara pelayanan yang lebih responsif dan akurat dalam memenuhi kebutuhan peserta JKN. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan di era modern, sejalan dengan berbagai penghargaan dan apresiasi yang telah diraih BPJS Kesehatan.

ads

Lebih lanjut, Edwin menegaskan bahwa manfaat transformasi digital sudah dirasakan langsung oleh peserta, terutama melalui sistem antrean online. Dengan fitur ini, pasien dapat mendaftar pelayanan secara digital sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat dan antrean fisik dapat diminimalkan.

Selain itu, pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN juga memberikan banyak kemudahan bagi peserta, mulai dari akses administrasi layanan kesehatan, pengecekan status kepesertaan, hingga pemantauan nomor antrean secara real time. Inovasi tersebut terbukti mampu menghemat waktu, serta meningkatkan kenyamanan dan kepastian saat peserta berobat di fasilitas kesehatan.

Edwin menambahkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan agar implementasi digital berjalan optimal dan berkelanjutan. Transformasi digital yang telah dijalankan RS PKU Muhammadiyah Gombong diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong, Desatya Rossa Amygha, menyampaikan bahwa penghargaan ini semakin memotivasi rumah sakit untuk konsisten memperkuat implementasi transformasi digital. Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan sistem antrean online dan layanan digital lainnya agar proses pelayanan menjadi lebih cepat, tertib, dan nyaman.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital seperi antrean online dan berbagai fitur di aplikasi Mobile JKN. Harapannya, setiap pasien dapat merasakan kemudahan akses layanan kesehatan,” ujar Desatya.

Selanjutnya ia berkomitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.(dnl)