Gambar Ilustrasi by ChatGPT AI
- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan terus berupaya meningkatkan tata kelola kendaraan dinas agar lebih tertib, efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan inovasi aplikasi Simpen Kendi (Sistem Manajemen Perawatan Kendaraan Dinas) yang direncanakan menjadi sistem terintegrasi untuk pencatatan sekaligus pengingat perawatan kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Sleman.

Aplikasi Simpen Kendi sebelumnya telah dikembangkan sebagai sistem digital untuk mencatat riwayat perawatan kendaraan dinas serta memberikan pengingat terhadap kelengkapan dokumen kendaraan. Melalui sistem ini, pengelola kendaraan di masing-masing perangkat daerah dapat memantau kondisi kendaraan secara lebih terstruktur dan terjadwal.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Dwi Handoko Wiyoto S.STP, M.Ec.Dev, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi manajemen aset kendaraan dinas di lingkungan pemerintah daerah.

“Aplikasi Simpen Kendi dibuat tidak hanya untuk pencatatan perawatan kendaraan dinas, tetapi juga sebagai sistem pengingat terhadap kelengkapan dokumen kendaraan. Dengan adanya sistem ini, pengelola kendaraan dapat mengetahui jadwal perpanjangan dokumen maupun perawatan rutin sehingga pengelolaan kendaraan dinas menjadi lebih tertib dan terkontrol,” jelas Dwi Handoko Rabu, 11/3/2026 via WA.

Saat ini aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman www.sempadan.id dengan akun administrator Dishub. Ke depan, dalam rangka penguatan inovasi daerah, sistem tersebut akan dikembangkan kembali dengan menggunakan domain resmi Pemerintah Kabupaten Sleman agar lebih terintegrasi dengan sistem pemerintahan daerah.

ads

Beberapa fitur utama yang terdapat dalam aplikasi Simpen Kendi antara lain:

  1. Notifikasi perpanjangan STNK kendaraan dinas

  2. Notifikasi perpanjangan KIR

  3. Notifikasi perpanjangan plat nomor kendaraan

  4. Notifikasi jadwal service rutin kendaraan dinas

  5. Daftar riwayat perawatan setiap kendaraan dinas

  6. Data jumlah kendaraan dinas yang dikelola

Menurut Handoko, dalam pengembangan berikutnya aplikasi ini akan dibangun ulang agar lebih sederhana, mudah digunakan, serta memiliki sistem keamanan dan penyimpanan data yang lebih baik.

“Dalam proses pengembangan sistem ini, kami juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memberikan masukan terkait aspek keamanan sistem, pengelolaan server, serta penyimpanan data. Selain itu, perwakilan perangkat daerah juga diharapkan dapat memberikan masukan terhadap fitur yang sudah ada agar aplikasi ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan,” tambahnya.

Dishub Sleman menargetkan proses pengembangan sistem dapat selesai pada Mei 2026 sehingga dapat mulai digunakan oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam tahap awal implementasi.

Selanjutnya, tahap uji coba sistem akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026. Pada masa tersebut akan dilakukan evaluasi serta penyempurnaan apabila masih terdapat kendala dalam pengoperasian aplikasi.

Apabila proses uji coba berjalan lancar, peluncuran resmi aplikasi Simpen Kendi direncanakan pada Agustus 2026 dan akan digunakan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Melalui inovasi digital ini, diharapkan pengelolaan kendaraan dinas di Kabupaten Sleman dapat menjadi lebih tertib, efisien, dan transparan serta mendukung penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi.(JQ)