
MetroTimes(Sleman)-PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman memastikan kesiapan pasokan air bersih selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan air bersih, terutama dari sektor niaga seperti perhotelan dan penginapan di wilayah Kabupaten Sleman.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Bernadus Edy Nugroho, dalam keterangannya pada 11 Maret 2026, menyampaikan bahwa secara umum konsumsi air selama bulan Ramadan masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor rumah tangga.
“Selama bulan Ramadan ini konsumsi air masih relatif stabil. Peningkatan biasanya baru terlihat mendekati Hari Raya Idul Fitri ketika aktivitas masyarakat dan sektor usaha meningkat,” ujar Edy Nugroho.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan permintaan air diperkirakan terjadi pada puncak arus libur Lebaran pada 18–23 Maret 2026, terutama dari sektor perhotelan dan penginapan yang biasanya mengalami peningkatan tingkat hunian selama masa libur.
Menurut Edy, wilayah Depok dan kawasan Jalan Magelang menjadi titik fokus pemantauan distribusi air karena merupakan pusat aktivitas perhotelan dan komersial di Sleman. Saat ini sekitar 90 hotel tercatat sebagai pelanggan PDAM Tirta Sembada Sleman. Meski sebagian hotel memiliki sumber air mandiri, PDAM tetap menyiagakan pasokan sebagai cadangan untuk menjaga keberlanjutan layanan.
Untuk memastikan ketersediaan air bagi pelanggan, PDAM Tirta Sembada Sleman telah mengoptimalkan kapasitas produksi guna melayani sekitar 46 ribu pelanggan. Sementara itu, kapasitas total sumber air saat ini mencapai 780 liter per detik (lps), termasuk tambahan debit air sekitar 70 lps yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
Selain mengoptimalkan kapasitas produksi, PDAM juga memanfaatkan dukungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional serta memperkuat sistem pemantauan distribusi untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian air pada jam-jam puncak, seperti saat sahur dan berbuka puasa.
Dalam upaya memperluas layanan kepada masyarakat, PDAM Tirta Sembada Sleman juga melakukan penyesuaian tarif pemasangan sambungan baru reguler. Tarif yang sebelumnya sebesar Rp1.517.000 kini menjadi sekitar Rp1.300.000. Kebijakan yang mulai berlaku sejak November 2025 tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru.
Di sisi pengembangan layanan, PDAM Tirta Sembada Sleman menargetkan penambahan sekitar 3.000 pelanggan baru pada tahun 2026, setelah pada tahun 2025 berhasil menambah sekitar 2.000 pelanggan.
Edy Nugroho menegaskan bahwa PDAM Tirta Sembada Sleman juga telah menyiagakan tim teknis guna memastikan pelayanan tetap optimal selama masa Ramadan hingga libur Lebaran.
“Kami menyiagakan tim teknis selama 24 jam untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan layanan. Dengan sistem pemantauan yang kami perkuat, diharapkan setiap potensi gangguan dapat segera ditangani sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap optimal,” jelasnya.
Selain itu, layanan pengaduan pelanggan juga tetap beroperasi dan dipantau oleh petugas selama 24 jam, termasuk pada hari libur. PDAM Tirta Sembada Sleman juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan layanan agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Melalui berbagai langkah antisipatif tersebut, PDAM Tirta Sembada Sleman berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air bersih tetap aman dan stabil bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah 2026.(JQ)




