
Metro Times (Purworejo)-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo resmi ditutup pada Kamis (12/11/2026). Melalui program tersebut warga di desa ini kini bisa bergembira dan menikmati melintas di jalan mulus.
Upacara penutupan diikuti 300 orang peserta dari berbagai unsur, antara lain Letkol Caj Abdul Rohim (Kaajenrem 072/Yogyakarta) yang mewakili Danrem 072/Pmk, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Rochman, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Purworejo, jajaran Forkopimcam Grabag, Kepala Desa Grabag, Wahyu Cahyono dan tokoh masyarakat.
Dandim O708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budiharja mengapresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mendukung dan menyukseskan program TMMD tersebut.
“Program TMMD ini adalah program kerjasama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, kementerian/lembaga, bersama Pemerintah Daerah dan Polri guna mewujudkan percepatan pembangunan di daerah,” sebut Ketut.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil kegiatan TMMD dari Komandan Satgas TMMD kepada Bupati Purworejo, dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja secara simbolis dan pernyataan resmi penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026.
Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan, TMMD di Desa Grabag berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik dan non-fisik. Sasaran fisik utama meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 387,5 meter dan 203 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 0,12 meter. Selain itu, sebagai sasaran fisik tambahan, tim TMMD juga berhasil merehab Masjid Jami Nurul Qomar di Desa Grabag.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, berbagai kegiatan non-fisik juga digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan pencegahan stunting dan Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) oleh Dinas Kesehatan, penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0708/Pwr, penyuluhan pendidikan oleh Dinas Pendidikan, serta penyuluhan tanggap bencana dari BPBD Kabupaten Purworejo.
Kegiatan sosial juga mewarnai TMMD kali ini, yakni pemberian bantuan uang tunai dari BAZNAS dan KEMENAG kepada kaum duafa, bantuan air bersih dari PDAM Purworejo, bantuan Al Quran dari Indonesia Off-Road Federation (IOF), serta bantuan semen dari Perhutani.
Seluruh kegiatan ini menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp170 juta, APBD Kabupaten Rp185 juta juga swadaya masyarakat desa sebesar Rp15 juta. Dalam pelaksanaannya, personel yang terlibat berjumlah 98 orang, terdiri dari TNI, Polri, dinas terkait, dan masyarakat setempat.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras.
“Semoga hasil pembangunan ini dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan,” harapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung hasil-hasil pembangunan TMMD oleh para tamu undangan dan pejabat yang hadir.
Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 ini, diharapkan sinergi antara TNI, rakyat, dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan ketahanan nasional yang kuat, mulai dari tingkat desa.(dnl)




