- iklan atas berita -

METRO TIMES (AMBON) Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, ungkap ketua komisi II jafry taihutu menilai Pt. Pertamina Cabang Ambon tidak terbuka tekait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Hal itu, menimbulkan keresahan ditingkat konsumen, terkhusus para sopir angkutan kota (Angkot).

Lanjutnya, para sopir angkot pun mengelukan hal tersebut ke wakil rakyat, termasuk rencana penghapusan BBM tersebut

“Sangat tidak ada keterbukaan dari pihak pertamina mengenai jumlah data BBM Bersubsidi pemberian pemerintah yang diterima Kota Ambon pada tahun 2021. Ini yang sangat kami sesalkan,” kata ketua komisi II DPRD kepada wartawan, senin (23/8/2021) siang.

Selain keterbukaan informasi, wakil rakyat dari Fraksi Perindo itu juga menyesalkan sikap Pertamina karena tidak menjawab secara lengkap berbagai pertanyaan para sopir angkot.

ads

“Ada juga banyak pertanyaan yang disampaikan tapi tidak dijawab secara terperinci dan mendetail oleh pihak pertamina,”

“Makanya kita agendakan juga, kita akan buat rapat kerja dan hadirkan juga Dinas Indag. Apalagi BBM ini kan disubsidi oleh pemerintah pusat ya harus dinikmati oleh masyarakat yang memang membutuhkan.

Tapi kalau banyak sekali antrian, secara tidak langsung antrian ini menimbulkan pertanyaan apakah benar kuota BBM tidak mencukupi atau permintaannya yang semakin banyak,” ujarnya.

kita lakukan perhitungan juga sesuai dengan yang dikatakan pertamina,”Diberitakan sebelumnya, sejumlah supir angkot mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon.

Pasalnya, PT Pertamina Persero berencana akan menghapus BBM Premium digantikan dengan PLK pertalite khusus.

Penghapusan premium ini merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.

“Mereka mau menghilangkan premium dan diganti dengan Pertalite Khusus (PLK) saja tapi bagaimana dengan kondisi ekonomi kami. Pendapatan kami sehari tidak seberapa apalagi ditengah pandemi, lalu kalau kami pakai bahan bakar pertalite itu kan harganya lebih tinggi, kami mau makan apa lagi,” kata Koordintator Angkot. Ahmat Sarif.MT