- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “Business of Freight Forwarding” di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) anggota khususnya di bidang bisnis freight forwarding, terutama yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC Ibu Yayuk Suryawati dan pembacaan doa. Peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme.

Rangkaian materi disampaikan oleh para narasumber berkompeten di bidangnya. Ibu Ir. Atiek Rahayu membawakan materi Scope of Freight Forwarding Services, diikuti sesi dari Bank BRI yang memperkenalkan solusi perbankan untuk mendukung pembiayaan usaha logistik. Setelah itu, Bapak Husni menyampaikan materi Freight Forwarding Documents, dilanjutkan dengan sesi ISHOMA.

ads

Pada sesi siang, Ibu Ima Sumaryani membawakan materi INCOTERMS, yang sangat penting bagi pelaku usaha dalam memahami istilah perdagangan internasional. Acara ditutup dengan materi Carriage of Goods oleh Bapak Iko Sukma Hardiardianto, yang menyoroti aspek teknis pengangkutan barang agar sesuai dengan regulasi dan standar layanan internasional.

 

Ketua DPW ALFI Jatim, Sebastian Wibisono

Ketua DPW ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen asosiasi dalam mendorong profesionalisme anggota dan memastikan kesiapan industri menghadapi perkembangan bisnis logistik yang semakin kompleks.

“Hari ini kita mengadakan bimbingan teknis terkait bisnis freight forwarding untuk pelayanan kepada anggota dalam peningkatan kompetensi SDM, khususnya di kegiatan freight forwarding di Tanjung Perak. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi akan berlanjut karena bisnis logistik saat ini sangat dinamis dan luas,” ujar Sebastian saat wawancara.

Lebih lanjut, Sebastian mengungkapkan rencana DPW ALFI Jatim untuk mengadakan kegiatan lanjutan pada bulan November atau Desember mendatang dengan fokus pada regulasi yang berkaitan dengan pelabuhan, karantina, dan bea cukai.

 

“Regulasi sekarang ini sangat dinamis dan banyak perubahan, sehingga penting bagi kami untuk mengedukasi anggota mengenai aturan terbaru. Ke depan, selain kompetensi bisnis, kami juga akan fokus pada kegiatan yang sifatnya regulated,” tambahnya.

Sebastian juga menegaskan dukungan DPW ALFI Jatim terhadap digitalisasi proses logistik di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurutnya, transformasi digital adalah keniscayaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya.

“Efektivitas dan efisiensi sudah sangat terasa di Tanjung Perak, baik dari terminal operator maupun regulasi di bea cukai dan karantina yang sudah mengarah ke digitalisasi. ALFI sangat mendukung transformasi ini demi kelancaran ekosistem logistik,” tegasnya.

Kegiatan ini didukung oleh Bank BRI sebagai sponsor, yang turut memperkenalkan solusi perbankan untuk mendukung pembiayaan usaha logistik. DPW ALFI Jatim berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal praktis bagi anggota, khususnya mereka yang baru terjun di industri freight forwarding, agar siap bersaing dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

(nald)