Ketua DWP Kota Surabaya masa bakti 2025–2029, Dameria Triana Ambuwaru Lilik Arianto, S.T.
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya kembali menggelar khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi DWP Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya, Surabaya Peduli, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

 

Ketua DWP Kota Surabaya masa bakti 2025–2029, Dameria Triana Ambuwaru Lilik Arianto, S.T., mengatakan kegiatan tahun ini menargetkan sekitar 320 anak. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 280 anak telah mengikuti khitanan massal tersebut.

“Alhamdulillah kerja sama ini menghasilkan sekitar 280 anak dari target 320 yang mendaftar untuk khitanan massal. Ini gratis, benar-benar kami berikan untuk teman-teman yang kurang mampu,” ujar Dameria.

ads

Pelaksanaan khitanan massal tahun ini dipusatkan di satu lokasi dengan menyediakan sekitar 32 bilik untuk tindakan medis. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara terpisah di sejumlah sekolah dasar, DWP Surabaya memilih memusatkan kegiatan agar pelaksanaan lebih terkoordinasi.

Dameria menjelaskan, peserta merupakan anak-anak yang berdomisili dan memiliki KTP Surabaya. Data calon peserta diperoleh melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah serta kecamatan.

“Kami meminta dari pihak sekolah anak-anak dari desil 1 sampai desil 5. Jadi memang anak-anak yang kami anggap orang tuanya belum mampu untuk melaksanakan sunat secara mandiri,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dukungan tenaga kesehatan juga cukup besar. Sekitar 100 hingga 120 tenaga medis dari berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Surabaya turut dilibatkan untuk memberikan pelayanan kepada para peserta.

Selain mendapatkan layanan khitanan secara gratis, anak-anak peserta juga memperoleh sejumlah bantuan. Baznas memberikan paket berupa tas yang berisi sarung, buku, pensil dan perlengkapan sekolah lainnya, serta uang bantuan sebesar Rp300 ribu untuk setiap anak.

Sementara itu, pemerintah juga memberikan bantuan transportasi sebesar Rp30 ribu bagi orang tua peserta. Panitia turut menyediakan konsumsi, termasuk makanan dan kue, selama kegiatan berlangsung.

Menurut Dameria, manfaat kegiatan tidak hanya sebatas membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Pelaksanaan khitanan massal juga menjadi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan anak.

Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan kali ini terdapat peserta yang setelah diperiksa ternyata belum dapat menjalani khitan karena kondisi kesehatan tertentu. Salah satunya berkaitan dengan kondisi perkembangan organ reproduksi anak yang dinilai belum memungkinkan untuk dilakukan tindakan.

“Anak ini akhirnya kami rujuk ke puskesmas terdekat agar ditangani dulu oleh dokter. Orang tuanya juga baru mengetahui bahwa pertumbuhan anaknya ternyata perlu mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Temuan tersebut, lanjut Dameria, menunjukkan pentingnya perhatian orang tua terhadap kesehatan anak, khususnya anak laki-laki. Ia berharap orang tua semakin aktif berkomunikasi dengan anak dan memperhatikan kondisi kesehatan mereka sejak dini.

Menariknya, kegiatan khitanan massal DWP Kota Surabaya tahun ini juga tidak hanya diikuti peserta beragama Islam. Menurut Dameria, terdapat pula peserta non-Muslim yang mengikuti khitanan karena pertimbangan kesehatan.

“Alhamdulillah hari ini juga ada yang dari non-Islam. Jadi tidak hanya untuk agama Islam saja. Di luar Islam ternyata banyak juga yang mau disunat, mungkin untuk kesehatan juga bagus,” katanya.

Dameria menyebut khitanan massal tersebut merupakan program rutin yang digelar setahun sekali. Pelaksanaan tahun ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga oleh DWP Kota Surabaya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan semakin berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Harapannya dengan terlaksananya ini kita banyak membantu adik-adik yang tadinya mungkin belum bisa melakukan sunat secara mandiri. Alhamdulillah kolaborasi kita luar biasa dan teman-teman Pemkot juga sangat mendukung,” tuturnya.

Untuk peserta yang telah terdaftar namun tidak dapat hadir pada hari pelaksanaan, DWP Kota Surabaya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar pelayanan dapat dilanjutkan melalui puskesmas sesuai domisili peserta.

Data peserta yang belum mendapatkan layanan akan diteruskan ke puskesmas. Dengan demikian, anak-anak yang berhalangan hadir tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan khitanan dengan dukungan program yang telah disiapkan.

Dameria menambahkan, pendaftaran peserta sebelumnya dilakukan melalui jaringan sekolah dan kecamatan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Pendaftaran dibuka melalui tautan yang disebarkan kepada sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan, serta melalui kecamatan.

Ia berharap program sosial tersebut dapat terus menjadi bagian dari kontribusi DWP Kota Surabaya dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.

“Semoga ke depannya program ini lebih bagus lagi. Karena kolaborasi kita luar biasa, mudah-mudahan semakin banyak anak yang bisa kita bantu,” pungkasnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!