- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) –  Perekonomian Jawa Timur menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 4,93 persen secara tahunan (c-to-c). Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, ekonomi Jawa Timur mencapai Rp3.168,29 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp75,77 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dr. Zulkipli, M.Si

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dr. Zulkipli, M.Si, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh beberapa sektor strategis yang menunjukkan kinerja impresif. “Dari sisi produksi, sektor Transportasi dan Pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,50 persen. Ini menunjukkan pemulihan signifikan di sektor mobilitas dan logistik setelah pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 12,49 persen. Zulkipli menambahkan bahwa pertumbuhan ini menandakan semakin aktifnya peran lembaga-lembaga nonprofit dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di masyarakat.

Pada Triwulan IV-2024, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang melonjak 11,39 persen. Dari sisi pengeluaran, PK-LNPRT kembali menunjukkan kontribusi besar dengan pertumbuhan 9,53 persen.

Namun, dibandingkan dengan Triwulan III-2024, ekonomi Jawa Timur mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). Meski demikian, sektor Jasa Lainnya tetap mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,63 persen, diikuti oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (P-KP) yang tumbuh 8,16 persen. Dr. Zulkipli menjelaskan bahwa kontraksi ini bersifat musiman, “Biasanya ada penurunan aktivitas ekonomi di akhir tahun, namun secara keseluruhan tren tahunan tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat,” jelasnya.

ads

Secara struktural, Lapangan Usaha Industri Pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 31,29 persen. Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) mendominasi dengan kontribusi 60,96 persen, menegaskan pentingnya daya beli masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Kepala BPS Jatim optimistis tren positif ini akan terus berlanjut di tahun 2025. “Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan pemulihan sektor-sektor utama, kami yakin ekonomi Jawa Timur akan terus tumbuh lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

(nald)