- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Forum Peduli Pasar Muntilan menggelar aksi di depan Pasar Muntilan. Mereka merasa penataan yang dilakukan oleh pihak dinas merugikan banyak pedagang, Jumat siang (1/11/2019).

Maryani (49), salah satu pedagang meminta penempatan Pasar Muntilan di tata ulang

“Saya minta keadilan. Saya punya kios dekat pintu masuk dan keluar. Blok A1. Sekarang dapat di dalam menghadap ke los daging ke tutup tembok. Tidak kelihatan dari utara, selatan, timur, barat,” jelasnya saat berorasi di depan massa aksi.

Selain itu, ada pula Fitria (54), yang tidak terima kiosnya di tempatkan di pojok dekat parutan kelapa.

“Memang berkaitan dengan air. Tapi ada kios yang tidak membutuhkan air. Sedangkan kios saya di kasih pojok dekat parutan kelapa tidak terlihat dari depan sini dan sana,” jelasnya.

ads

Penjaja jasa salon ini merasa di zalimi dengan penempatan ini.

“Saya beli mahal 125 juta. Kok saya sekarang dibuang di belakang sana,” tambahnya.

Sementara Anang Imamuddin, salah satu elemen masyarakat dalam forum ini menjelaskan, pihaknya memantau dari awal proses pembangunan pasar.

“Ini proyek yang sangat dipaksakan. Sebenarnya tidak menginginkan pasar baru. Ini pemerintah yang menginginkan,” jelasnya.

Kini saat pasar berhasil dibangun, pedagang diminta membayar tebusan yang menurutnya cukup mahal. Padahal mereka telah merugi saat berada di penampungan.

“Modalnya habis hutang habis lagi. Minta pindah lagi di suruh nebus,” tambah Anang.

Audiensi telah dilakukan berkali-kali oleh pihaknya dengan pemerintah. Tapi menurut Anang, tidak ada solusi dan selalu berkelit. Justru pihaknya yang memberikan kritik ini di cap tukang ruwet dan tukang kisruh.

Selain menuntut untuk menata ulang pedagang, pihaknya juga menuntut agar harga tebusan di turunkan.

“Karena dibangun dengan APBD, jangan mengambil profit dengan tebusan yang mahal. Cukup daftar ulang dengan harga sewajarnya 3-5 juta,” tegasnya. (Rif)