- iklan atas berita -

Metro Times (PURWOREJO)- Penyidik Reskrim Polres Purworejo menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan Mako Brimob Kompi 4 Batalyon C Pelopor Kutoarjo serta Pos Polisi Lalulintas Kutoarjo. Dua dari tersangka kasus tersebut masuk kategori usia anak.

Aksi perusakan itu terjadi pada Minggu (31/8) dini hari. Massa datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan aksi dengan melempar kaca jendela. Akibat kejadian itu, kaca depan Mako Brimob Kompi C rusak parah. Seluruh kaca pos polisi lalulintas di simpang empat Kutoarjo itu pun hancur, pintu dan meja pos dibakar massa.

Selain terkait peristiwa Kutoarjo, polisi juga mengamankan puluhan orang yang terkait dengan rencana aksi demo tanggal 1 September 2025.

“Terkait pengamanan ada 68 orang, 4 orang diantaranya kami tetapkan sebagai tersangka perusakan mako Brimob dan Pos Polisi Lalulintas Kutoarjo. Sebanyak 12 orang masih diperiksa sebagai saksi,” kata Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, Rabu (3/9).

Terkait peristiwa ini sebanyak 52 orang dilakukan pembinaan di Mapolres. Mereka merupakan anak-anak yang diduga terlibat dalam aksi Kutoarjo pada Minggu dini hari lalu.

ads

“Karena masih di bawah umur, kami mengundang orang tua dan Unit PPPA DP3APMD Purworejo untuk dilakukan penyuluhan agar tidak lagi melakukan tindakan anarkis. Yang kami amankan anak-anak warga lokal Kabupaten Purworejo,” sambung Kapolres.

Salah satu orang tua anak yang ikut diamankan, Lina, warga Desa Sidarum, Kecamatan Kutoarjo saat ditanya oleh wartawan menerangkan anaknya, S (13) dijemput petugas pada Senin (01/09) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Katanya anak saya ikut rusuh di depan Kantor Brimob. Saya tidak tahu, karena Minggu di rumah, Senin masuk sekolah ya biasa saja. Anak saya itu jarang keluar malam, paling hanya kalau ada pengajian atau istighotsah. Kemarin itu, Sabtu dia pergi ikut pengajian di Semawung Daleman (Kecamatan Kutoarjo),” ucap Lina seraya menyebut, anaknya diajak teman melalui pesan Whats App.

“Anak-anak disuruh bikin pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Dengan kejadian ini saya juga akan makin memperhatikan jika anak ke luar malam hari,” ujar Lina.

Terpisah, Kades Kalitengkek, Kecamatan Gebang, Sukendar yang datang mengatakan jika dia datang ke Mapolres untuk mendampingi warganya.

“Saya mendampingi warga, ada yang terjaring operasi kemarin. Infonya seperti itu (terkait aksi demo). Satu warga saya yang diamankan, kelas 2 SMP. Diamankan tadi malam,” pungkas Sukendar.(dnl)