
MetroTimes (Surabaya) — Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat bertajuk “SMART INTECH 2025: Seminar Artificial Intelligence untuk Revolusi Teknologi dan Industri Masa Depan”, yang berlangsung di Aula Candradimuka, Gedung Nano, Kampus C UNAIR.
Kegiatan yang digelar secara tatap muka untuk pertama kalinya ini menjadi wadah kolaboratif bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi industri untuk membahas peran dan penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung transformasi industri serta pengembangan masyarakat.
AI untuk Revolusi Industri dan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Universitas Airlangga, Dr. Maftuchah Rochmanti, dr., M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa tema seminar kali ini sangat relevan dengan tantangan era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0.
“Teknologi Artificial Intelligence kini tidak hanya menjadi bagian dari dunia teknologi informasi, tetapi juga telah merambah ke berbagai sektor kehidupan — mulai dari industri manufaktur, transportasi, kesehatan, energi, hingga pendidikan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Dr. Maftuchah menegaskan bahwa Universitas Airlangga berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan dalam riset dan inovasi yang berorientasi pada kemaslahatan manusia. Menurutnya, FTMM sebagai fakultas muda telah menunjukkan langkah luar biasa dalam menjembatani sains, teknologi, dan kemanusiaan melalui pendekatan multidisiplin.
“AI membawa efisiensi dan percepatan, tetapi juga menimbulkan tantangan etik, sosial, dan ekonomi. Karena itu, seminar seperti ini penting untuk menegaskan tanggung jawab moral dan sosial para ilmuwan dan praktisi teknologi,” tambahnya.
Dengan semangat “Excellence with Morality”, Universitas Airlangga diharapkan dapat terus mengembangkan teknologi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga beretika, inklusif, dan berkeadilan.
Integrasi Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat

Sementara itu, Dekan FTMM, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM, menjelaskan bahwa SMART INTECH 2025 merupakan upaya FTMM untuk mengintegrasikan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk saling berbagi pengetahuan. Dengan begitu, pengembangan AI di Indonesia tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara, Prof. Retna juga mengungkapkan bahwa output seminar kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya fokus pada publikasi hasil penelitian, kini seminar diarahkan pada publikasi hasil pengabdian masyarakat yang dikombinasikan dengan kuliah tamu dan kuliah industri.
FTMM menghadirkan perwakilan dari berbagai sektor, seperti akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), praktisi dari Samsung R&D Institute Indonesia, serta industri dari PT. Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL).
Prof. Retna juga menyoroti pentingnya peran AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kecerdasan manusia.
“AI itu membantu, tapi bukan satu-satunya. Mahasiswa tetap harus berpikir kritis dan analitis. Dosen pun perlu adaptif dan terus belajar agar bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak,” tegasnya.
Selain itu, FTMM juga terus menanamkan etika akademik melalui kebijakan seperti deteksi plagiarisme maksimal 20% dan validasi pemahaman mahasiswa lewat presentasi langsung.
Narasumber Terkemuka dari Akademisi dan Industri
Seminar Nasional SMART INTECH 2025 menghadirkan empat narasumber utama dari kalangan akademisi dan industri terkemuka :
1. Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T. – Wakil Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri AI, ITB, dengan materi “Teknologi AI dan Industri.”
2. Muhammad Irfan Mas’udi – AI Engineer dari Samsung R&D Institute Indonesia, membawakan materi “From Code to Agentic: A Journey of Program.”
3. Dr. Eng. Ananta Adhi Wardana – Dosen FTMM UNAIR, dengan topik “Potensi Sistem Mekanis Cerdas dalam Pengembangan Mekanisme Gerak Robot.”
4. I Wayan Yudi Mulyawan, S.Kom. – Chief Technology Officer PT. SPIL, dengan materi “Industrial Revolution 4.0.”
Keempat narasumber membagikan wawasan terkini tentang bagaimana kecerdasan buatan menjadi motor penggerak inovasi lintas sektor, sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka di masa depan industri berbasis AI.
Parallel Session dan Penghargaan Pemakalah Terbaik
Selepas sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan parallel session, di mana para peserta mempresentasikan hasil pengabdian masyarakat mereka. Forum ini menjadi sarana pertukaran ide, diskusi, serta peluang kolaborasi antar akademisi dan peneliti.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan Pemakalah Terbaik dan secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan SMART INTECH 2025.
Melalui seminar ini, FTMM Universitas Airlangga menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor transformasi teknologi yang berorientasi pada kemanusiaan, menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri, serta mencetak insinyur dan ilmuwan yang adaptif, beretika, dan siap menghadapi revolusi industri masa depan.
(nald)





