
MetroTimes (Surabaya) – Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, dalam kegiatan Semarak Sego Rongewu Episode III Seri 24. Acara yang digelar pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB ini menghadirkan beragam kegiatan sosial, mulai dari senam pagi, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan wajah dan kulit gratis, hingga Grebeg Kampung yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sego Rongewu, Ikatan Alumni SMPN 10 Surabaya (IKASDASA), Bakso’e Suroboyo, serta berbagai pihak yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat dan kesehatan warga.
Apresiasi dari Pemerintah Kelurahan
Sekretaris Kelurahan Putat Jaya yang mewakili Lurah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semua kegiatan ini. Semoga kegiatan Semarak Sego Rongewu ini bisa terus berkelanjutan. Kami juga berterima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang membantu warga kami yang membutuhkan,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti dukungan dari pengurus RW 04 dan seluruh warga yang telah menjalankan berbagai program sosial seperti Kampung Pancasila dan Kampung Madani, yang setiap Jumat rutin mengadakan kegiatan sedekah untuk lansia.
“Program ini murni dari kepedulian warga tanpa anggaran pemerintah. Inilah bentuk nyata gotong royong yang patut diteladani. Sego Rongewu benar-benar bisa dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Ketua RW 04: Momentum Mempererat Silaturahmi
Ketua RW 04 Kelurahan Putat Jaya juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si., dan tim Sego Rongewu serta seluruh pengurus IKASDASA Surabaya. Semoga seluruh donatur diberi keberkahan dan dimudahkan rezekinya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ucapnya.
Ketua IKASDASA: Sedekah Rp2.000 Bernilai Sosial Tinggi
Ketua IKASDASA Surabaya, Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si., menjelaskan bahwa gerakan Sego Rongewu berawal dari inisiatif para alumni SMPN 10 Surabaya angkatan 1986 yang ingin menghidupkan semangat berbagi.
“Kegiatan ini berawal dari alumni, lalu berkembang menjadi gerakan masyarakat. Konsepnya sederhana: bersedekah Rp2.000 untuk membantu sesama. Dengan niat yang tulus, Rp2.000 bisa menjadi nasi bergizi senilai lebih dari Rp5.000 yang dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan Sego Rongewu juga menggandeng Universitas Adi Buana untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta menghadirkan program Grebeg Kampung yang menampilkan produk-produk UMKM dengan harga terjangkau.
“Kami ingin agar kegiatan sosial ini tidak hanya memberi manfaat kesehatan dan ekonomi, tapi juga mempererat hubungan antarwarga. Semoga semangat ini terus menular dan menjadi budaya di setiap kampung di Surabaya,” pungkas Bambang.
Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Kegiatan Semarak Sego Rongewu menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama masyarakat Surabaya. Tanpa dukungan dana pemerintah, warga bersama relawan dan komunitas berhasil menghadirkan kegiatan positif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat “Peduli, Berbagi, dan Menginspirasi,” gerakan ini diharapkan terus berlanjut di berbagai wilayah Surabaya dan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
(nald)







