- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) — Sebuah kegiatan bakti sosial (baksos) bertajuk kepedulian terhadap lansia dan disabilitas digelar oleh Wilayah Santa Monica Gereja Katolik Kristus Raja bekerja sama dengan Lions Club Surabaya Sejahtera. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, akan pentingnya menjaga kesehatan.

Ketua Wilayah Santa Monica, Wong Hendra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap para lansia. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan layanan lainnya. Baksos ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk, Indocare,Granostic klinik,Terapi Tera, Cek Metabolisme Tubuh,,Lasiaga
Layanan Konsultasi Keluarga,bid hukum,
Psykolog,dokter

 

ads

“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para lansia tetap bisa beraktivitas dengan senang hati tanpa tekanan dari penyakit. Kita harus mengenal dan menjaga kesehatan diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” ujar Wong Hendra. Ia menambahkan bahwa kegiatan bansos oleh Santa Monica ini rutin diadakan setiap tahun, meski fokus pada kesehatan lansia baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya, kegiatan lebih banyak menyasar panti asuhan dan panti jompo.

 

Tahun ini, kegiatan menyasar 100 peserta dari wilayah Santa Monica dan jemaat Gereja Kristus Raja, namun panitia tetap membuka kesempatan bagi peserta yang belum sempat mendaftar. Kegiatan berlangsung di lingkungan Gereja Kristus Raja yang berada di wilayah paroki Genteng, Surabaya.

 

 

 

Sementara itu, dr. May Fanny Tanzilia, Vice Presiden Lions Club Surabaya Sejahtera periode 2025–2026 sekaligus perwakilan dari Granostic menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Lions Club yang memiliki delapan pilar utama, dan untuk tema giat hari ini, kepedulian terhadap Diabetes, Hunger (kelaparan), dan Environtment (Lingkungan) dengan membagikan alat
Pembersih sebagai souvenir

“Ini bagian dari misi kemanusiaan kami. Hari ini kami fokus pada pemeriksaan kesehatan lansia, semuanya gratis, dan juga menghadirkan karya dari anak-anak disabilitas seperti handicraft berupa tas dan dompet yang bahkan sudah diekspor ke luar negeri,” ungkap dr. May Fanny

 

Presiden Lions Club Surabaya Sejahtera periode 2024–2025, Tatik Effendi, SH., juga menambahkan bahwa untuk kegiatan kali ini, Lions Club menggandeng Tiara Handicraft, sebuah komunitas yang membina anak-anak disabilitas dalam menghasilkan produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Sebelumnya, Lions Club juga rutin bekerja sama dengan Rumah Anak Prestasi milik Pemkot Surabaya.

“Kita ingin masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak disabilitas dan karyanya. Mereka perlu diapresiasi dan diberi ruang untuk berkarya,” ujar Tatik.

 

 

Kegiatan ini diharapkan mampu memberi dampak positif, membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan nilai kemanusiaan. “Dengan kegiatan seperti ini, kita ingin menginspirasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam membantu sesama, khususnya mereka yang berada di bawah garis ekonomi,” tambah dr. May Fanny.

 

Dengan mengusung semangat Arti LIONS,Liberty, Integrity, Our Nation’s Safety, Lions Club Surabaya Sejahtera berkomitmen untuk terus hadir dan berdampak bagi masyarakat, baik melalui kegiatan sosial, edukasi kesehatan, maupun dukungan terhadap kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

(nald)