- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) atau SAMSAT Kabupaten Purworejo menggelar acara Government Autoshow (GAS) untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri otomotif, dan masyarakat.

Gelaran yang dilaksanakan di Pendopo Agung Bupati Purworejo ini berlangsung selama dua hari yakni Sabtu (25/10 dan Minggu (26/10. Berbagai kegiatan dilaksanakan pada acara tersebut.

Government Autoshow dibuka Kepala BPKPAD Kabupaten Purworejo Hadi Sadaila mewakili Bupati. Kasat Lantas Polres Purworeji, Jasa Raharja, BPD Jateng, Dinas Kesehatan, Dinas KUMKM & Perdagangan, perwakilan dealer kendaraan bermotor, komunitas otomotif, pelajar, serta masyarakat umum turut hadir pada event ini.

Selain itu Pameran Otomotif Pertama Berskala Daerah ini diikuti oleh 6 dealer mobil dan 11 dealer motor yang menampilkan berbagai jenis kendaraan terbaru, teknologi inovatif, serta promo menarik bagi masyarakat.

ads

GAS menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memperkenalkan perkembangan dunia otomotif sekaligus menggairahkan sektor perdagangan kendaraan bermotor di wilayah Purworejo.

Kepala BPKPAD Purworejo, Hadi Sadsila pada kesempatan itu mengutarakan bahwa GAS 2025 menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah demi peningkatan pendapatan daerah.

“Pameran ini bukan hanya menjadi ajang promosi produk otomotif, tetapi juga sarana edukasi dan penggerak ekonomi lokal. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu, karena pajak adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” kata Hadi Sadsila.

Kepala UPPD Purworejo, S Hartono pada kesempatan yang sama menjelaskan lenyelenggaraan Government Autoshow (GAS) memiliki sejumlah tujuan utama yakni memperkenalkan perkembangan dan inovasi terbaru dunia otomotif, baik dari sisi teknologi, efisiensi energi, maupun kendaraan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas jual-beli kendaraan bermotor serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, event ini menjadi media edukasi masyarakat untuk lebih sadar dan taat membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Berikutnya, gelaran ini sekaligus menjadi ajang rekreasi, promosi, dan interaksi publik yang mempererat hubungan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Selaku Penyelenggara GAS 2025 Purworejo Kepala UPPD juga menyampaikan bahwa Selain pameran otomotif, GAS 2025 juga menghadirkan Produk-produk UMKM Purworejo serta sejumlah kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Government Auto Show 2025 Purworejo ini menampilkan Berbagai Kendaraan Modern dan Mutakhir dari berbagai Dealer di Purworejo, pada kesempatan ini ada 6 Dealer Mobil dan 11 Dealer motor yang berpartisipasi. Selain pameran otomotif, Pameran juga menghadirkan Produk-produk UMKM Purworejo serta sejumlah kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Serangkaian kegiatan ada event ini diantaranya adalah Lomba Mewarnai bertema Otomotif untuk anak-anak PAUD, TK, dan SD, gathering komunitas otomotif Purworejo, fashion show, senam bersama, pengobatan gratis serta talkshow interaktif seputar dunia otomotif dan pajak kendaraan bermotor.

Hartono menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mempromosikan produk otomotif, tetapi juga memberikan ruang kreatif dan edukatif bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan sosial antara pemerintah dan warga.

Dia berharap ajang ini menjadi agenda tahunan di Purworejo.
Pemkab berharap, kegiatan Government Autoshow (GAS) 2025 dapat menjadi agenda tahunan yang memberi dampak positif terhadap perekonomian lokal, peningkatan PAD, dan kesadaran publik terhadap pajak kendaraan.

“Kami ingin GAS Purworejo menjadi event otomotif unggulan daerah yang bisa membangkitkan potensi ekonomi, membuka peluang kerja sama baru antara pemerintah dan dunia usaha, serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kemajuan daerahnya sendiri,” demikian katanya.(tyb)