
Metro Times(Purworejo)-Ribuan warga tumpah ruah dalam ritual kirap pusaka Grebeg Lowano yang dilaksanakan masyarakat dan Pemerintah Desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (27/7).
Acara yang diselenggarakan tiga tahun sekali itu dilakukan untuk mengenang perjuangan 9 Adipati yang pernah memimpin Loano. Grebeg Lowano juga sekaligus menjadi upaya masyarakat untuk mempertegas sejarah bahwa Loano memiliki peran penting terhadap Kabupaten Purworejo.
Kades Loano, Sutanto, mengatakan, kegiatan itu merupakan upaya masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur. Selain itu, ritual ini juga untuk mengenang kembali perjuangan para adipati yang pernah memimpin Kadipaten Lowano.
Tercatat, ada sembilan adipati yang pernah memimpin dari Pangeran Haryo Bangah yang mendirikan Kadipaten Lowano sekitar tahun 1200 Masehi, hingga Adipati Gagak Handoko.
Ia mengemukakan, Grebeg Lowano semula dikenal dengan istilah “Bersih Desa” yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1942. Ritual ini sempat berhenti puluhan tahun lamanya dan baru kembali dilaksanakan pada tahun 2010 hingga sekarang.
“Sejak tahun 2010, Grebeg yang kami laksanakan hari ini menjadi yang ke lima. Kedepan akan terus kita laksanakan setiap tiga tahun sekali. Karena kami sadar bahwa kita tidak boleh begitu saja melupakan sejarah,” ucap Sutanto.
Rangkaian Grebeg Lowano dimulai sejak 10 Juli yang dibuka dengan kegiatan umbul dongo, berikutnya pengajian akbar, pemasangan umbul-umbul dan acara puncak dilaksanakan dengan kirap pusaka dan gunungan, siang tadi.
Kades Sutanto menambahkan, grebeg digelar sekaligus sebagai ungkap syukur atas berbagai hasil bumi serta perkembangan ekonomi masyarakatnya. Pada acara itu warga bersama pemerintah desa menyiapkan sebanyak 13 jodang berisi makanan dan hasil bumi dari sayur mayur, singkong, buah-buahan hingga gabah.
Pemerintah desa pada ritual itu juga menyiapkan kambing guling utuh serta gunungan berisi sayur. Di ujung acara, berbagai gunungan yang dipersembahkan masyarakat per dusun itu diperebutkan kepada pengunjung yang hadir.
“Acara ini juga sekaligus sedekahan sebagai ungkapan syukur. Harapanya, dengan sedekahan seperti ini hasil panen warga Desa Loano semakin meningkat,” demikian katanya.(tyb)





