
METROTIMES ( AMBON ), 28 Agustus 2026 — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menerima kunjungan dan menggelar pertemuan khusus dengan para Raja dari kawasan penyangga Taman Nasional Manusela di kediaman resmi Gubernur, Mangga Dua, Ambon, Jumat (28/8/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, membahas berbagai aspirasi serta persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat di kawasan tersebut.
Sembilan Raja yang hadir mewakili 13 negeri penyangga Taman Nasional Manusela. Mereka datang secara langsung untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, terutama terkait infrastruktur jalan, pelayanan pendidikan, kesehatan, serta isu batas wilayah Taman Nasional Manusela.
Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat.
“Ada dua isu utama yang disampaikan. Pertama, infrastruktur jalan, serta permohonan perhatian terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan. Kedua, isu batas wilayah Taman Nasional Manusela — hal ini bukan kewenangan pemerintah provinsi untuk menetapkan, melainkan harus diupayakan penyelesaiannya ke pemerintah pusat. Namun, pemerintah provinsi akan mendampingi masyarakat untuk berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional maupun Kementerian terkait,” ujar Gubernur.
Gubernur juga telah menugaskan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku untuk segera mengkoordinasikan pertemuan khusus antara masyarakat dan pihak pusat terkait penetapan batas wilayah tersebut.
Terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional Manusela, Gubernur menjelaskan bahwa kawasan tersebut terbagi menjadi zona inti dan zona tradisional/zona khusus. Masyarakat negeri penyangga tetap diizinkan melakukan aktivitas di zona tradisional, termasuk pengambilan hasil hutan seperti damar — asalkan tetap berkoordinasi dengan pihak pengelola.
“Pada prinsipnya tidak ada larangan. Yang terpenting adalah koordinasi dan kesepahaman bersama. Saya yakin tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama kita duduk bersama mencari jalan keluarnya,” tegasnya.
Menyadari bahwa pengelolaan Puskesmas dan pendidikan dasar merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, Gubernur menegaskan tetap akan mendorong pemerintah kabupaten untuk memperhatikan fasilitas pelayanan di kawasan tersebut.
“Saya sendiri berlatar belakang pendidik. Niat saya sudah lama ada — suatu saat nanti saya akan berkunjung langsung ke negeri-negeri di kawasan Manusela untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana,” ungkap Gubernur dengan tulus.
Gubernur Lewerissa sangat mengapresiasi kehadiran para Raja yang menyampaikan aspirasi secara lugas, terbuka, dan penuh kebijaksanaan. Diskusi berlangsung dalam nuansa kekeluargaan yang hangat — bukti bahwa pemerintah dan masyarakat dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik bagi Maluku.Tasya.Patty









