- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat akun Twitter resminya @BPPTKG, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Rabu (14/08).

Untuk kali ini, guguran awan panas meluncur sejauh 950 meter ke arah hulu Kali Gendol.

“Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol,” demikian informasi dari BPPTKG, lewat akun Twitter resmi @BPPTKG, Rabu (14/08).

Sebelumnya, awan panas guguran Gunung Merapi terjadi pada tanggal 13 Agustus 2019 pukul 23.31 wib. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 30 mm dan durasi -+ 95 detik. Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Demikian juga awan panas guguran Gunung Merapi juga terjadi pada tanggal 14 Agustus 2019 pukul 04.52 wib. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 50 mm dan durasi -+ 95.80 detik. Jarak luncur juga sama dengan hari sebelumnya yaitu 950 meter ke arah Kali Gendol.

ads

Status Gunung Merapi saat ini juga masih sama sejak 21 Mei 2018 yang lalu, yaitu dengan Status Waspada.

“Status Waspada sejak 21 Mei 2018,” tulis BPPTKG.

“Untuk situasi Gunung Merapi tidak ada perubahan yang signigikan, masih tetap aman,” jelas BPPTKG.

BPPTKG menyatakan jarak luncuran tersebut masih aman. Namun demikian, BPPTKG merekomendasikan kawasan di radius 3 kilo meter dari puncak Gunung Merapi harus di kosongkan dari aktifitas penduduk.

Saat ini, Via PGM.Selo, visual Gunung Merapi tampak pada suhu udara 12.0°C, kelembaban 69 %rh, tekanan udara 839.6 hpa, angin perlahan ke barat. (Arif)