- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Kesuksesan harus dibarengi dengan perjuangan. Hal itu untuk meraih kebahagiaan bersama “Kesuksesan harus dibarengi dengan perjuangan. Ini yang harus dipahami bersama sebagai pemuda Islam,” tutur Ustadz M Rikza Chamami saat menyampaikan tausyiah di acara kajian remaja Islam, Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) di Aula MAJT Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Rabu (2/1) malam.

Ungkapan tersebut merupakan salah satu pesan dari sayyidina Abu Bakar Assyidiq yang dibukukan Imam Nawawi.

“Kemudian kalau ingin kaya, maka harus bekerja keras. Harta tidak datang begitu saja,” sambung dia.

Wakil Ketua DPD KNPI Jateng itu juga menjabarkan terkait dengan tidak adanya kesehatan tanpa mencari obatnya. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan hati. Salah satu obat hati, menurut dia, yakni berkumpul dengan ulama, habaib dan orang saleh.

ads

“Hati kita akan merasa tenang jika berkumpul dengan habaib, kiai, mengaji, mengikuti majelis taklim ataupun mauludnya,” terangnya.

Terkait dengan tahun baru, Ustadz Rikza berpesan supaya para pemuda Islam meminta perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syetan beserta bala tentaranya. Tak hanya itu, dia juga meminta supaya pemuda Islam mampu memberikan manfaat kepada sesama. Kemudian memohon supaya hati selalu dijauhkan dari berbagai sifat buruk seperti, iri hati, menghujat, menebar fitnah, tidak mudah marah serta sejumlah sifat buruk lainnya.

“Karena sebaik baik manusia adalah yang memberi kebaikan dan kemanfaatan kepada sesama,” imbuhnya.

Sementara, Habib Amin bin Abdurrahman Al Athos meminta kepada remaja dan jamaah pada umumnya untuk selalu bermuhasabah (instropeksi diri). Menurut dia, sebagai muslim yang baik, haruslah senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, ibadah salat harus diperhatikan dan senantiasa membaca salawat atau maulid.

“Jangan ngaku cinta Rosul, kalau kita belum baca salawat atau maulid. Mari kita biasakan bersalawat dimanapun dan kapanpun,”. pintanya.

Ketua RISMA JT, Anies Muchabak mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisitor dari RISMA JT untuk mewadahi para remaja Islam dalam mempelajari kajian keislaman. Dia berharap, kajian tersebut mampu memberi dampak positif kepada remaja Islam, terlebih dalam menjalani tahun baru 2019.

“Kami ingin menjalin hubugan baik kepada sesama. Terlebih bagi remaja Islam dalam menjalani tahun baru ini,” kata dia. (af/dnl)