
MetroTimes (Pasuruan) – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama Kelompok Kerja (Pokja) Djoko Dolog menggelar kegiatan halalbihalal di Vila Sabar PTPN, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum penguatan komitmen media sebagai penjaga kebenaran dan pengontrol jalannya pemerintahan.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran MAKI Jatim serta anggota Pokja Djoko Dolog. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri melalui pesan suara yang ditujukan kepada seluruh peserta kegiatan.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik. Ia menyampaikan harapan agar Pokja Djoko Dolog dapat berfungsi sebagai penyampai informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, di tengah arus informasi yang semakin deras, media memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi yang memadai. Media diharapkan mampu menjadi penyeimbang dengan tetap menjaga independensi serta berani mengkritisi kebijakan publik secara konstruktif.
“Media harus menjadi penguat demokrasi, bukan sekadar penyebar informasi. Kritik yang disampaikan secara objektif justru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pemerintahan,” ujar Heru.
Ia juga menekankan bahwa kredibilitas media tidak boleh dibangun melalui sensasi, melainkan melalui disiplin jurnalistik, termasuk proses cek dan ricek terhadap setiap informasi yang diterima.
Kegiatan ini turut menjadi ruang konsolidasi antara MAKI Jatim dan Pokja Djoko Dolog dalam membangun sinergi jangka panjang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan ekosistem media yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan publik.
Dari pertemuan di Prigen ini, muncul komitmen bersama untuk terus memperkuat fungsi kontrol sosial media terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang.
Halalbihalal tersebut ditutup dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus mengawal transparansi serta akuntabilitas publik di Jawa Timur.
(nald)




