- iklan atas berita -

uMetro Times (Magelang) Diduga Oknum Kepala Dusun (Kadus) berinisial MY di Dusun Krasak Desa Pakis Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang menghamili istri tetangganya sendiri. Diketahui wanita yang dihamilinya itu sudah punya suami dan satu anak, selain itu, korban juga masih ada hubungan family dengan terduga.

Ketika beberapa media melakukan investigasi ke rumah terduga MY pada, Jumat (19/10), namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat karena berpergian sejak pagi. Selanjutnya tim investigasi berusaha menemui isteri MY yang kebetulan Kepala Sekolah disalah satu sekola swasta di daerah Pakis, namun lagi-lagi tim investigasi tidak bisa menemui istri MY dengan alasan sedang rapat.

Setelah gagal menemui MY dan isterinya, tim investigasi langsung menemui Pak Yoso, orang tua SD inisialnya yang tidak lain adalah korban dari perbuatan bejat MY. Kepada tim Investigasi, Yoso membenarkan perbuatan MY dengan tega telah menghamili SD anaknya. lanjut Yoso, selama ini SD sudah punya suami dan memiliki satu anak, saat ini suaminya sedang bekerja di Malaysia. MY harus bertanggung jawab atas perbuatanya, karena dengan safsu setannya itu iya tega hamili putri saya, tegas Yoso.

“SD anak saya selain sudah punya suami juga sudah punya seorang anak. Kok MY dengan tega menghamilinya. Dia itu tokoh masyarakat di dusun ini, tapi kelakuannya sangat tidak manusiawi dan ini tidak patut dijadikan contoh di dusun ini,” terang Yoso pada awak media.

Yoso menambahkan, saat ini SD pergi ke Kalimantan Tengah dengan posisi hamil bersama anaknya yang masih kecil, kepergian SD tidak lain karena disuruh oleh MY.

ads

“Saya tidak tahu akan seperti apa nanti nasib anak saya apa bila suaminya tahu kejadian ini. Kalau suami SD tidak terima dengan kejadian itu, maka saya akan menuntut MY harus bertanggungjawab atas perbuatanya itu, dan akan saya kejar sampai manapun dia,” tambah Orang Tua SD.

Sementara, warga dusun krasak yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kalau memang benar MY telah melakukan perbuatan tidak terpuji seperti itu maka tidak pantas dia sebut sebagai kadus. harusnya seorang Kadus itu memberi contoh yang baik kepada warganya, sebagai warga dusun krasak kami sangat malu dengan kelakuan MY.

“Karena ulah MY kami semua merasa malu. Kami ingin dia dipecat sebagai Kadus” ucap warga tersebut.

Foto di atas adalah Kepala Desa Pakis yaitu Suyoto Hartono ketika dimintai keterangan di rumahnya terkait MY dan beliau mengatakan, dirinya baru beberapa hari ini mendengar kabar tersebut, sampai saat ini belum mengecek kebenarannya. rencananya hari Senin baru akan menindaklanjuti kepada yang bersangkutan tentang kebenaran dari isuh tersebut.

Senin (22/10), tim investigasi menanyakan lagi ke Kepala Desa Pakis. Dan dari pertemuan itu Kepala Desa Pakis memberitahukan kalau juga sudah menerima laporan dari warga dengan adanya Oknum Kadus yang melakukan tindakan tidak terpuji. Kepada tim investigasi Kepala Desa mengatakan kalau dirinya sudah meminta petunjuk kepada Bapak Sekwilcam Pakis. Dan hari Kamis depan pukul 09.00 wib akan memanggil MY, Ketua Pemuda, Tokoh Masyarakat dan sebagian warga di Kantor Desa Pakis perihal masalah ini.

“Kamis besok Saya akan memanggil MY, Ketua Pemuda, Tomas dan warga Dusun Krasak untuk membicarakan masalah ini. Dan hari Kamis besok Saya baru bisa memutuskan dengan masalah ini” jelas Kepala Desa Pakis saat dimintai keterangan di Kantor Desanya.

Kadus adalah Aparat Desa yang berada di dusun, yang harusnya bisa memberi contoh dan teladan kepada para warganya yang berada di dusun tersebut. Namun kalau ada salahsatu Oknum Kadus yang seperti itu, apakah dia masih pantas menjabat status sebagai Kadus? (Arif)

Bersambung