- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curan hujan di wilayah Kabupaten Purworejo cukup tinggi pada kurun waktu Februari hingga Maret 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewaspadai daerah-daerah rawan longsor serta banjir.

“Saat ini KPU sedang dalam persiapan menuju pelaksanaan Pemilu serentak 14 Februari 2024. Dari kondisi iklim untuk sekarang hingga beberapa bulan kedepan potensi hujan dan angin masih cukup tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Haryono, Kamis (25/1/2024).

Ia mengungkapkan, curah hujan pada Februari hingga Maret 2024 diprediksi cukup tinggi pada kisaran 600 hingga 800 mili liter. KPU diminta waspada karena tingginya curah hujan dapat memicu peristiwa banjir dan longsor di sejumlah Kecamatan Purworejo.

Beberapa hari lalu terjadi longsor di jalan tembus Kaligesing-Jogyakarta, tepatnya di Desa Jatirejo, Kaligesing. Tercatat lima titik longsoran terjadi lokasi tersebut. Satu dari lima titik bencana longsor tersebut berpotensi menutup akses menuju tempat pemungutan suara (TPS).

“Satu TPS di Dusun Sigayang, akses jalan menuju TPS di dusun tersebut tertutup. BPBD bersama TNI, Polri dibantu sukarelawan saat ini masih melakukan normalisasi. Mudah-mudahan bisa selesai dalam beberapa hari kedepan,” kata dia lagi.

ads

Menurutnya, longsor masih berpotensi terjadi di desa-desa yang lain baik di kecamatan Kaligesing, Bruno, Kemiri, Bagelen dan Loano. Dia berharap upaya mitigasi bencana pada penyelenggaraan Pemilu sudah disiapkan.

Sedangkan bencana banjir, berpotensi terjadi sejumlah desa wilayah Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, Bayan serta Pituruh. Pembuatan TPS hingga penyaluran logistik Pemilu diharapkan mempertimbangkan potensi bencana tersebut.

“Kalau sampai banjir terjadi saat pelaksanaan Pemilu Februari nanti jangan sampai kita kewalahan. Mudah-mudahan KPU sudah melakukan langkah antisipasi,” katanya menambahkan.

Haryono mengemukakan, selain longsor dan banjir bencana akibat angin kecang juga masih berpotensi terjadi di Purworejo. Sejak awal Januari lalu, tercatat sudah sebanyak 52 peristiwa pohon tumbang terjadi di kabupaten ini.

“Hujan disertai angin membuat pohon-pohon tumbah dan menimpa rumah warga. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan. Intinya kami harap kita harus mengantisipasi berkemungkinan terburuk.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!