- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Darma Wanita Persatuan (DWP)Kabupaten Purworejo menggelar Kegiatan ajangsana di dua Panti penderita gangguan kejiwaan, dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, 17 Agustus 2019.

Pada anjangsana tersebut pembina DWP, Ny Fatimah Verena Prihastyari, dan Ketua DWP Ny Dra Erna Setyowati Said Romadhon, menyerahkan bantuan berupa sembako, dan uang tunai kepada Panti Plandi di Desa Wangunrejo Kecamatan Banyuurip, dan Panti Tirto Jiwo rehabilitasi sosial gangguan jiwa di Desa Kalinongko Kecamatan Loano.

Sementara jumlah pasien dari kedua panti tersebut berjumlah 75 penderita kejiwaan. 60 orang di Panti Plandi, dan 15 orang di Panti Tirto Jiwo.

Ny Fatimah Verena Prihastyari mengatakan, Panti yang khusus menangani penderita kejiwaan ini sangat mulia. Mengingat harus berhadapan langsung dengan pasien dengan berbagai macam gangguan jiwa. Tentu kita harus memiliki rasa peduli dengan sesama, termasuk dengan Panti ini.

Menurutnya, dengan mengunjungi para pasien secara langsung dapat membangkitkan semangat mereka, terlebih di momen – momen penting seperti ini. Ia berharap, pasien gangguan jiwa ini segera dapat disembuhkan. “Salah satu cara untuk kesembuhannya melalui pendekatan komunikasi dan tentu konsumsi obat harus dilakukan secara rutin,” ujarnya.

ads

Fatimah menginginkan agar pasien di Panti tidak bertambah jumlahnya tapi dapat berkurang. Sehingga pasien yang sudah sembuh dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan bermasyarakat menjalani kehidupan normal.

“Kalau sudah sembuh harus dilatih untuk beraktifitas atau berlatih keterampilan, agar dapat mandiri. Dengan memiliki kesibukan, maka akan mengasah pikirannya menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu Ny Erna Said mengatakan, kegiatan anjangsana ini dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74. Melalui peringatan ini, DWP mengadakan kegiatan bakti sosial dengan berkunjung ke Panti rehabilitasi jiwa dengan tujuan untuk mengajak anggota DWP berempati dengan sebagian kecil warga yang mengalami gangguan jiwa. “Terutama disekeliling kita yang masih terdapat orang-orang yang butuh perhatian. Memang tidak seberapa bantuan yang kita berikan, tapi semoga bermanfaat bagi mereka. Bantuan berupa uang dan sembako seperti beras, minyak, terigu, mie instan dll,” jelasnya.

Pembina Panti Tirto Jiwo dr Gunawan Setyadi mengucapkan terimakasih atas perhatiannya dengan mengunjungi panti, bahkan memberikan bantuan. Tentu sangat bermanfaat dan sangat mensuport karena pasien panti merasakan kegembiraan jika ada yang mengunjungi. Kegiatan di Panti selain melakukan pengobatan rutin di rumah sakit, ada kegiatan pengajian dan senam. Mereka juga dilatih bersih-bersih supaya bisa mandiri.

Sementara terkait operasional Panti setiap harinya selama ini membutuhkan biaya Rp.15 juta. “Selama ini sebagaian biaya kami dibantu keluarga pasien, bagi keluarga tidak mampu bisa menyesuaikan,” katanya.

Untuk menutup kebutuhan selama ini “Alhamdulillan kami bersyukur ada bantuan donasi dan Dinsos. Kita juga melakukan penghematan supaya bisa cukup. Kedepan kami berencana membuka usaha untuk kesibukan Panti, sehingga dapat menopang kebutuhan Panti. Namun kami tetap membutuhkan perhatian pihak lain untuk dapat mewujudkannya,” ujar Gunawan yang merupakan purna dari anggota WHO di India tersebut. (dnl)