- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) terus konsisten untuk merawat dan melestarikan karya sastra Indonesia. Diantaranya dengan menggali potensi dikalangan pelajar SMA dan SMK di daerah ini.

Sebagai rangkaian Milad ke 61, UMPWR beberapa waktu lalu menggelar lomba puisi, cerpen bagi para siswa SMA,SMK/sederajat. Menakjubkan, karya-karya yang disuguhkan para pelajar dalam lomba itu sangat luar biasa dari aspek seni, budaya hingga nilai-nilai yang disematkan dalam karya sastra mereka.

Kepala UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purworejo, Nurmansyah Alami selaku ketua panitia dalam kegiatan itu mengutarakan, antusiasme pelajar dalam mengikuti lomba itu cukup tinggi. Ia pun salut dengan karya satra baik puisi maupun cerpen yang buat peserta dalam lomba itu.

“Seluruhnya ada 88 peserta yang mengikut sertakan karya mereka dalam lomba yang kami laksanakan. Baik cerpen maupun puisi, secara umum karya mereka luar biasa. Itu betul-betul karya mereka sendiri,” kata Nurmansyah.

Awalnya Nurmansyah tak menyangka bahwa lomba karya sastra yang dilaksanakan akan diikuti peserta sebanyak itu. Setelah menggelar lomba ditingkat Kabupaten yang melibatkan seluruh SMA,SMK dan MA, pihaknya ingin kedepan kegiatan yang sama bisa dilaksanakan dengan melibatkan peserta tingkat Kedu Raya maupun Provinsi Jawa Tengah

ads

“Lomba ini sudah menjadi kegiatan. rutin dan 2025 merupakan tahun keenam. Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa kami gelar untuk tingkat Kedu maupun Jawa Tengah,” ujarnya lagi.

Melalui event ini, Nurmasyah berharap minat pelajar dalam menekuni karya sastra terus meningkat. Sekaligus kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca dikalangan pelajar maupun halayak umum.

Ia mengutarakan bahwa 88 karya yang terdiri dari 32 karya puisi dan 56 karya cerpen yang buat peserta dalam lomba itu akan dibukukan. Hal ini untuk memperkaya bahan bacaan baik dikalangan pelajar maupun mahasiswa.

Dunia Sastra Ditengah Teknologi AI

Sementara dalam acara Lokakarya Penulisan Sastra yang digelar pada Selasa (7/10) lalu Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Teguh Wibowo menekankan pelaku sastra baik senior maupun pemula untuk menyikapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kecerdasan buatan secara bijak.

Menurutnya, AI begitu mudah dalam membuat karya sastra. Dengan AI orang tidak sulit dan tidak perlu berfikir keras untuk membuat cerpen, puisi maupun karya sastra yang lain.

“Perkembangan teknologi tak dapat dipungkiri, AI harus disikapi secara bijak. Bukan ditolak mentah-mentah tapi dikendalaikan karena AI bisa jadi alat bantu,” kata Rektor.

Ia pun berharap para guru maupun dosen terus membimbing peserta didik agar tidak melakukan plagiat karya sastra yang dihasilkan AI.

“Jangan sampai ada plagiat, itu harus dihindari. AI hanya alat bantu untuk kita belajar. Misalnya belajar dalam memilih diksi, narasi, sistematika dan lain-lain,” demikian katanya.(tyb)