
Metro Times (Purworejo) Di Kamar Bougenvil IV Kamar Nomor 11 Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta, Layla Putri Ramadhani (16) masih berjuang sembuh melawan kebutaan mata sebelah kananya. Ia menjadi korban pelemparan HT dari oknum yang diduga merupakan anggota Kepolisian Polres Purworejo.
Kejadian yang menimpa Layla itu terjadi saat Satuan Lalu-lintas Polres Purworejo menggelar kegiatan operasi candi di Lengkong Kecamatan Banyuurip, Selasa (30/4). Saat ingin menghindari tilangan, Layla dilempar menggunakan HT di bagian mata sebelah kanan oleh petugas kepolisian setempat.
Akibatnya, Layla mengalami luka cukup berat di bola mata. Ia pun beresiko kehilangan penglihatan di mata sebelah kanan, mengingat belum ada tanda kesembuhan atau upaya pengobatan yang dapat ditempuh dengan cara medis karena lukanya yang cukup serius.
Kemarin (1/5), Remaja asal Desa Bedug RT 03 RW 02 Kecamatan Bagelen ini telah menjalani operasi di kamar bedah salah satu rumahsakit terbaik di Provinsi Jogjakarta tersebut. Namun, harapan untuk sembuh kembali nampaknya sulit untuk diraih bocah yang masih duduk di bangku smp tersebut.
Salah satu kerabatnya, Tri Wahyuni (35) mengungkapkan, Dokter yang bertugas merawat kepokanya telah memvonis mata sebelah kanan Layla tidak dapat disembuhkan. Lukanya terlalu parah. Bola matanya sobek, pendarahanyapun belum kunjung berhenti.
Dikatakan, Layla juga masih sering menangis karena rasa sakit akibat cedera di matanya. Meski hanya mata sebelah kanan, namun mata sebelah kiri Layla juga katanya masih susah untuk melihat. “Kalau mau dibuka yang kiri, yang kanan sakit,” tandasnya.
Sebagai keluarga, Tri Wahyuni juga mengutuk aksi polisi yang melakukan kekerasan tersebut. Ia menuntut oknum atau pelaku ditindak tegas dan mendapat ganjaran setimpal dimata hukum. “Harus di proses hukum,” katanya, Rabu (1/5).
Hal senada juga dikatakan oleh Kakak Layla, namanya Saddam Vadila (18). Ia menginginkan aparat hukum berlaku fair. Meski pelaku adalah anggotanya, namun yang bersangkutan harus mendapatkan proses hukum dan mendapat sanksi yang berat.
Saddam berharap kepada semua pihak khususnya para pihak yang memiliki wewenang untuk membantunya, mengingat Ia merasa tidak tahu harus bertindak. “Kami bingung mau bagaimana, tetapi pelaku harus ditindak,” katanya.
Kendati demikian, hal yang utama baginya saat ini adalah kesembuhan adiknya, Layla. Saddam mengatakan, Ia beserta keluarganya akan berupaya mengobati luka Layla meski dokter sudah memvonisnya sulit sekali untuk mengembalikan penglihatan Layla. (dnl)




