
MetroTimes (Jember) — Kabupaten Jember bersiap menggelar “Jatim Specialty Coffee, Tobacco dan UKM/UMKM Fest Vol.3” pada 15–17 Mei 2026 di Alun-Alun Jember dan Pendopo Bupati. Agenda ini diinisiasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur sebagai upaya mengakselerasi ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat pelayanan publik yang inklusif.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menegaskan festival dirancang untuk menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat. “Kegiatan ini membuka ruang interaksi publik yang lebih humanis. Masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama dalam ekosistem ekonomi dan kreativitas,” ujarnya.
Festival menghadirkan pelaku UMKM, petani kopi dan tembakau, serta komunitas kreatif dalam satu panggung kolaborasi. Produk unggulan daerah dipamerkan dan dipasarkan secara terbuka, sementara komunitas diberi ruang menampilkan inovasi berbasis ekonomi kreatif.
Sejumlah kegiatan dirancang untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat. Mulai dari lomba fanchant K-Pop yang menyasar generasi muda, Fun Run 5K untuk mendorong gaya hidup sehat, hingga kompetisi karaoke dan sajian kuliner khas daerah. Seluruh rangkaian acara dikemas sebagai ruang inklusif yang menggabungkan hiburan, promosi produk lokal, dan interaksi sosial.
Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menegaskan peran pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan memberdayakan. Dukungan terhadap ruang-ruang ekonomi rakyat dinilai menjadi bentuk konkret pelayanan yang mendekatkan negara dengan masyarakat.
Konsep “Kolaborasi, Inovasi, dan Kreativitas” menjadi landasan utama pelaksanaan acara. Sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus memperluas akses ekonomi bagi warga.
Jember diposisikan bukan hanya sebagai lokasi kegiatan, tetapi sebagai representasi kebangkitan daerah berbasis potensi lokal. Dari komoditas kopi dan tembakau hingga produk UMKM, seluruh elemen dipadukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Festival ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya integritas dan semangat anti korupsi dalam pembangunan. Dengan pendekatan kolaboratif, pembangunan tidak hanya terukur secara administratif, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui gelaran ini, Jember mengirimkan sinyal bahwa kekuatan ekonomi nasional berakar dari daerah—dari kreativitas masyarakat dan dari pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
(nald)




