
MetroTimes (Surabaya) – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan JSMID ke-8 pada 25–26 September 2026. Konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengembangan pelayanan kedokteran gigi yang melibatkan perguruan tinggi dan industri dari berbagai negara.
Kegiatan tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Airlangga, Hiroshima University dari Jepang, serta University of Otago dari Selandia Baru. Kolaborasi tersebut mempertegas komitmen UNAIR dalam membangun kemitraan internasional untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran gigi.
Ketua JSMID ke-8 tahun 2026, drg. Arofi Kurniawan, mengatakan konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik, penelitian, dan pengembangan inovasi kedokteran gigi lintas negara.
“JSMID ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Universitas Airlangga, Hiroshima University, dan University of Otago. Kerja sama ini mencakup bidang akademik, penelitian, serta berbagai inovasi yang berkaitan dengan pengembangan kedokteran gigi,” ujarnya.
Menurut Arofi, penyelenggaraan JSMID ke-8 mendapatkan antusiasme tinggi dari komunitas akademik dan praktisi kedokteran gigi. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat lebih dari 500 peserta telah terdaftar untuk mengikuti rangkaian acara selama dua hari.
Peserta berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Australia, dan Jepang. Lebih dari 30 peserta internasional hadir secara langsung dan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Keikutsertaan peserta lintas negara ini menjadi kesempatan bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk bertukar pengetahuan, memperluas perspektif, serta membangun jejaring kerja sama di tingkat global.
Perkuat Sinergi Kampus dan Industri
Arofi menjelaskan, JSMID ke-8 dirancang dengan beragam agenda yang tidak hanya berfokus pada seminar ilmiah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi, dan industri kedokteran gigi.
Rangkaian kegiatan meliputi seminar internasional atau scientific session, presentasi poster ilmiah, pemberian penghargaan ilmiah, hingga dental exhibition yang menghadirkan berbagai inovasi dan perkembangan terbaru di bidang kedokteran gigi.
Melalui dental exhibition, peserta dapat mengenal lebih dekat teknologi, produk, dan inovasi yang dikembangkan oleh industri untuk mendukung kemajuan pendidikan serta praktik kedokteran gigi.
Menurutnya, keterlibatan industri menjadi elemen penting dalam menjembatani hasil penelitian dan pengembangan akademik dengan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Dari kegiatan ini, UNAIR bisa semakin memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan universitas mitra, sekaligus membangun hubungan dengan industri yang turut berpartisipasi dalam dental exhibition,” jelasnya.
Selain membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi dari berbagai perspektif, konferensi ini juga menghadirkan sesi hands-on. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat secara aktif dalam praktik dan meningkatkan keterampilan klinis.
Dengan pendekatan tersebut, JSMID diharapkan tidak hanya memberikan tambahan wawasan ilmiah, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi dokter gigi dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada pasien.
Dorong Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa
Selain seminar dan pelatihan, JSMID ke-8 juga memberikan ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk menyampaikan gagasan serta hasil penelitian melalui presentasi poster dan berbagai penghargaan ilmiah.
“Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah JSMID-FDC Scientific Awards yang memberikan penghargaan untuk kategori original research, case reports, dan systematic review terbaik diantara 119 peserta. Selain itu, pada JSMID 8 turut diselenggarakan Research Center Award, yang mendorong munculnya ide-ide segar, kreativitas, dan inovasi dari mahasiswa maupun peserta konferensi.”
Arofi menyebutkan, gagasan-gagasan yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai konsep atau materi kompetisi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia kedokteran gigi.
Harapannya, ide-ide segar dari para peserta ini ke depan bisa diwujudkan dalam bentuk penelitian, pendidikan, maupun pengembangan di bidang kedokteran gigi,” ungkapnya.
Pengembangan gagasan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hasil pendidikan dan penelitian diharapkan dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Dengan demikian, konferensi internasional ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya solusi dan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Agenda Rutin dengan Jaringan Internasional
Lebih lanjut, Arofi menjelaskan bahwa JSMID telah menjadi agenda rutin FKG UNAIR yang secara konsisten melibatkan perguruan tinggi mitra dari luar negeri sebagai co-host.
Hiroshima University merupakan salah satu mitra utama yang telah terlibat sejak awal penyelenggaraan konferensi. Kerja sama tersebut berawal dari hubungan akademik antara UNAIR dan Hiroshima University, yang kemudian berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, penyelenggaraan JSMID terus memperluas keterlibatan perguruan tinggi internasional. Pada tahun ini, University of Otago dari Selandia Baru turut bergabung sebagai co-host untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang kerja sama baru.
Menurut Arofi, perluasan kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi berbagai program kolaboratif pada masa mendatang, baik dalam pengembangan pendidikan kedokteran gigi, penelitian bersama, maupun penerapan hasil penelitian.
“Dari kegiatan ini, selain menjadi agenda rutin, kami berharap JSMID semakin mempererat kolaborasi antara Universitas Airlangga dengan universitas mitra di luar negeri. Kerja sama yang sudah terjalin ini diharapkan bisa terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan JSMID ke-8, FKG UNAIR menegaskan perannya dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran gigi yang berorientasi pada kolaborasi global, inovasi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan.
(nald)









