- iklan atas berita -

METRO TIMES ( Ambon ) Koperasi Merah Putih yang akan dibangun di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, siap menjadi tonggak utama perekonomian masyarakat lokal dengan fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peresmian lahan serta tahapan pembangunan direncanakan berlangsung pada 30 Maret 2026 dengan kehadiran menteri, yang juga akan meresmikan dua proyek sekaligus.

Wawancara khusus dengan Kepala Desa (Kades) Wayame Samsudin Menur di Kantor Desa Wayame pada Kamis (22/1/2026) mengungkapkan progres pembangunan lahan dan tempat operasi koperasi yang telah memasuki tahap akhir persiapan.

“Sebelumnya lokasi di Wayame memang pernah menghadapi beberapa kendala teknis, namun kini sudah dilakukan pembinaan menyeluruh sehingga siap digunakan. Jika rencana berjalan sesuai jadwal, lahan akan benar-benar siap pada bulan Maret, bahkan jika ada penyesuaian hingga April juga tidak akan ada hambatan,” ujar Samsudin Menur.

Awalnya peresmian direncanakan pada 31 Januari, namun ditunda karena proses pencairan dana yang belum selesai dan untuk menyesuaikan jadwal kehadiran pejabat tinggi negara. Acara ini akan diliput oleh wartawan dari berbagai tingkat – daerah, nasional, hingga perusahaan swasta.

Koperasi yang dibiayai dari alokasi dana desa akan memiliki gedung gerai operasi yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi. Selain itu, telah disiapkan fasilitas khusus untuk akomodasi hidroponik sebagai bagian dari program yang telah berjalan sejak 2006. Produk padi gogo hasil panen masyarakat lokal juga akan diperjualbelikan melalui koperasi.

ads

“Saat ini telah terbentuk sembilan pengurus yang akan mengelola koperasi. Kami juga menyediakan ruangan terpisah untuk karyawan agar akses masyarakat ke fasilitas koperasi tetap mudah dan lancar,” jelas Kades yang juga aktif dalam pengelolaan tahap awal koperasi tersebut.

Prioritas utama Koperasi Merah Putih adalah mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Semua gedung dan fasilitas yang dibangun akan digunakan secara optimal untuk membantu pengembangan usaha masyarakat. Nantinya, koperasi akan menjual beras dan berbagai komoditas lainnya, serta membuka kesempatan bagi UMKM untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengelolaan dan penjualan produk.

Pembangunan Desa Jadi Fondasi Kemajuan Wilayah

Dalam kesempatan yang sama, Samsudin Menur menekankan pentingnya peran desa sebagai kunci kemajuan wilayah secara keseluruhan. “Jika desa tidak terkembang, maka perkembangan kota juga akan terhambat. Kunci pembangunan bangsa terletak pada desa – satu desa yang tertinggal akan berdampak langsung pada kemajuan kabupaten atau kota,” ungkapnya.

Desa Wayame yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan UMKM saat ini tengah menjalin kerja sama dengan pengelola Wisata Bukit Indah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pembangunan desa. Tantangan utama yang dihadapi adalah mengubah pola pikir masyarakat yang masih kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan serta pemanfaatan potensi lokal.

“Pada Hari Desa yang akan datang, kami berharap masyarakat Wayame semakin peduli terhadap lingkungan sekitar. Desa Wayame harus bisa menjadi barometer dan contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya,” ucapnya.

Samsudin juga menggarisbawahi pentingnya tiga pilar utama pembangunan desa. “Intinya, mari kita jaga toleransi antarumat beragama, keamanan, dan ketertiban terlebih dahulu. Jika ketiga hal ini berjalan dengan baik, maka semua aspek perekonomian dan pembangunan lainnya akan berjalan lancar,” pungkasnya.

Nantinya, pihak operasional koperasi akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk menyusun aturan dan peraturan yang jelas, sehingga kegiatan koperasi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. ( Tasya.Patty )