
METRO TIMES ( Ambon ) MALUKU – Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Cabang Kota Ambon siap menjadi wahana utama untuk memberdayakan perempuan di wilayah tersebut melalui berbagai program kerja jangka pendek dan panjang. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang PIRA Kota Ambon, Yashmin Seiff, dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada Kamis (22/1/2026).
“Kami telah menyusun program kerja yang mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan kesenian, kunjungan sosial, serta peringatan Hari Perempuan,” ujar Yasmin. Selain itu, PIRA juga berupaya mempromosikan produk hasil kerja ibu-ibu agar dikenal lebih luas melalui kegiatan pameran produk.
Untuk program jangka panjang, fokus utama PIRA adalah pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, lingkungan hidup, serta pengembangan kemitraan dan jaringan.
Siapkan MOU dengan P3KLBIJ untuk Angkat Kearifan Lokal
Dalam rangka memperluas cakupan kerja, PIRA Kota Ambon berencana untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama (MOU) dengan Perkumpulan Pengembang dan Pelestari Kearifan Lokal Bumi Indonesia Jaya (P3KLBIJ). Kerjasama ini bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal dan budaya dari setiap provinsi, dengan fokus awal pada Provinsi Maluku.
“Kerjasama ini akan mewujudkan semangat persatuan, kepedulian, dan gotong-royong melalui pengembangan dan pelestarian kearifan lokal serta hasil bumi negara,” jelas Yashmin. Menurutnya, tujuan strategis P3KLBIJ sangat sesuai dengan visi dan misi PIRA yang ingin meningkatkan kesejahteraan perempuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Visi PIRA sendiri adalah menjadikan perempuan Indonesia berdaya dan berjaya, dengan misi mencakup peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, penguatan peran politik, aksi kemanusiaan, pengembangan diri, serta dukungan terhadap program nasional seperti pengentasan stunting dan kedaulatan pangan.
Hadiri Peluncuran Digitalisasi PKK, Ambil Inspirasi dari Perjuangan Martina Christina Tiahahu
Yashmin juga mengungkapkan bahwa dirinya diundang untuk menghadiri peluncuran digitalisasi program PKK yang bertepatan dengan peringatan Hari Martina Christina Tiahahu di Karang Panjang. Acara tersebut juga menyaksikan peluncuran program Rumah Belajar dan Latih PKK Maluku.
“Saya merasa bangga bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Perjuangan Ibu Martina Christina Tiahahu sebagai wanita yang memperjuangkan kemandirian menjadi contoh bagi kita untuk tetap berani memperjuangkan hak-hak sesuai dengan porsi yang ada, tanpa melampaui batas dan tetap menjunjung tinggi kodrat sebagai wanita,” ucapnya.
Ke depan, PIRA Kota Ambon akan fokus untuk mengajak ibu-ibu dan wanita muda melakukan pendampingan serta advokasi bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Jalin Kerjasama dengan Media, Buka Pintu Bagi Perempuan Usia 17 Tahun Ke Atas
Selain dengan P3KLBIJ, PIRA juga sedang merintis pendekatan dengan Ikatan Wartawan Online. Menurut Yashmin, peran media sangat penting sebagai ujung tombak dalam menyampaikan aktivitas dan konsep kerja PIRA kepada masyarakat luas.
“Kami mengajak seluruh ibu-ibu, terutama di Provinsi Maluku dan Kota Ambon, untuk bergabung bersama PIRA. Jangan pernah takut untuk menjadi mandiri – kami membuka pintu lebar-lebar bagi semua perempuan yang berusia 17 tahun ke atas untuk berjuang bersama demi kemajuan perempuan Indonesia Raya,” pungkasnya.
Dengan berbagai program dan kemitraan yang disiapkan, PIRA Kota Ambon diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas hidup perempuan di wilayah tersebut ( Tasya Patty ).




