
MetroTimes (Surabaya) – Semangat kompetisi dan inovasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mendampingi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Dikmen dan Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Tatang Muttaqin, dalam peninjauan kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Jawa Timur di SMKN 5 Surabaya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung berbagai bidang lomba serta menyaksikan keterampilan siswa yang ditampilkan secara profesional. Mulai dari bidang teknik, manufaktur, hingga layanan, seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang bergengsi tersebut.
“Keren, saya melihat langsung semangat dan kegigihan siswa dalam berkompetisi. Setiap proses dikerjakan dengan penuh ketelitian dan kesungguhan. Ini menjadi cerminan kualitas, karakter, dan kesiapan murid Jawa Timur untuk terjun langsung di dunia industri kerja,” ujar Tatang Muttaqin.
Tak hanya kompetensi teknis, inovasi siswa juga menjadi sorotan. Di Sidoarjo, Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai bahkan menjajal langsung mobil listrik karya siswa SMK YPM 8 Sidoarjo.
Kendaraan tersebut menjadi bukti nyata kemampuan siswa SMK dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
“Inovasi ini menunjukkan bahwa siswa SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis teknologi,” ungkap Aries.
Sementara itu, di SMKN 5 Surabaya, perhatian tertuju pada produk-produk kreatif hasil olahan limbah yang disulap menjadi barang bernilai ekonomis. Para siswa mampu menghadirkan produk inovatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki potensi pasar yang tinggi.
Dirjen Tatang menilai, karya-karya tersebut mencerminkan keberhasilan pendidikan vokasi dalam membangun jiwa kewirausahaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Luar biasa, siswa tidak hanya belajar entrepreneurship, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis dan inovatif,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan SMK, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
(nald)





