- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Dalam rangka memperluas akses edukasi dan pendampingan hukum bagi masyarakat, Kaliber Law Office & Associates bekerja sama dengan Lions Club Surabaya Sejahtera menggelar layanan konsultasi hukum gratis dalam momentum World Diabetes Day 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), di bawah koordinasi Lions Club Wilayah Distrik 307 B2 dan terbuka bagi seluruh masyarakat Surabaya.

 

Sekretaris Lions Club Surabaya Sejahtera, Tatik Effendi, S.H., menjelaskan bahwa program layanan hukum gratis ini digelar sebagai bentuk kepedulian sosial, sekaligus perannya sebagai anggota Komite Legal Lions Club. “Banyak masyarakat tidak mengetahui langkah apa yang harus diambil ketika menghadapi persoalan hukum, khususnya terkait KDRT, bullying pada anak dan remaja, maupun persoalan keluarga lainnya. Banyak orang tua tidak memahami hak-haknya untuk melapor dan menuntut keadilan,” ujarnya.

ads

Tatik menegaskan pentingnya meningkatkan literasi hukum masyarakat untuk memutus stigma bahwa hukum “tumpul ke atas dan tajam ke bawah”. Karena itu, ia bersama dua rekannya — Joenus Koerniawan, S.H., M.H. dan Albert — berkomitmen menghadirkan layanan hukum pro bono agar masyarakat semakin berani mencari keadilan. Kaliber Law Office sendiri beralamat di Jl. Bali No. 3, Surabaya.

Bagian dari Pengabdian Sosial

Pengacara dan Konsultan Hukum Joenus Koerniawan, S.H., M.H. menambahkan bahwa partisipasi Kaliber Law Office dalam kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian bagi masyarakat. “Hari ini kami diajak Lions Club Surabaya Sejahtera untuk memberikan konsultasi gratis dalam acara World Diabetes 2025. Ini adalah bagian dari pelayanan sosial kami,” ujarnya.

Joenus menjelaskan bahwa banyak warga masih belum memahami hak-hak dan prosedur hukum, baik terkait hukum keluarga, pidana, perdata, agraria, hingga masalah hutang-piutang dan kepailitan. “Kami tidak mengambil keuntungan apa pun. Tujuan kami murni untuk memberikan edukasi dan penyuluhan hukum.”

Edukasi Hukum Sangat Diperlukan

Senada dengan itu, Kurniawan juga menegaskan bahwa edukasi hukum sangat dibutuhkan masyarakat. “Dalam kehidupan sehari-hari, suka tidak suka, kita selalu berhadapan dengan aspek hukum. Karena itu, perlu pemahaman yang benar agar masyarakat bisa terhindar dari masalah hukum,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan hukum tidak bisa dihindari, namun harus dihadapi dengan bijak. “Edukasi seperti ini diharapkan membuat masyarakat lebih berani bertanya, tidak lagi malu mengungkapkan permasalahan yang dialami, terutama kasus perceraian, pelecehan seksual, dan bullying.”

Dorong Masyarakat Lebih Melek Hukum

Kurniawan berharap kehadiran layanan konsultasi gratis ini dapat membantu masyarakat memahami langkah hukum yang tepat sebelum mengambil keputusan. “Harapan kami, masyarakat semakin melek hukum sehingga apa pun yang dilakukan tidak melanggar aturan,” tambahnya.

Kegiatan konsultasi hukum gratis ini disambut antusias oleh para peserta World Diabetes Day 2025. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara lembaga sosial dan profesi hukum dalam membangun kesadaran hukum masyarakat secara lebih luas.

(nald)