
Metrot Times (Kendal) Meski Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal turut terendam banjir, Kepala BPBD Kendal, Wiwit Andariyono tetap siagakan timnya dan intens melakukan kordinasi dengan beberapa tim terkait disetiap Kecamatan.
Banjir yang melanda diwilayah Kabupaten Kendal pada minggu (27/1) sejak pukul 01.00 wib menjadi hal serius bagi BPBD dan dinas terkait untuk upaya pemantauan dan rencana evakuasi warga jika ketinggian air naik.
“Kita tetap siagakan semua anggota yang ada agar tidak ada korban akibat banjir ini,” ucap wiwit saat ditemui metritimes di kantornya, minggu (27/1) pagi.
Dikatakan Wiwit, kantor tempat iya bertugas sendiri sempat kebanjiran dengan ketinggian air sekitar 20 centimeter. Hal tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 dinihari.
“Disini (Kantor BPBD) semalam juga sempat kebanjiran, namun alhamdulillah sekarang sudah surut karena banjir ini bukan dari luapan air Kali Kendal namun dari curah hujan yang sangat tinggi semalaman,” imbuhnya.
Dari pemantauan BPBD Kendal, kondisi wilayah yang tergenang banjir terjadi di Kecamatan Kota Kendal, Kecamatan Rowosari dan Kecamatan Weleri.
Di Kecamatan Kendal wilayah yang tergenang yakni di Lingkungan Setda Kabupaten Kendal, Kelurahan Pekauman, Pegulon, Patukangan Kebondalem, Langenharjo, Ngilir dan Balok denga ketinggian air di jalan raya bervariasi sekitar 20 – 30 cm dan air sudah masuk dibeberapa rumah.
Sedang di Kecamatan Rowosari ada 4 Desa yang terendam banjir, Desa Gempolsewu, Desa Jatipurwo, Desa Gebanganom dan Desa Rowosari dengan ketinggian air bervariasi antara 30 – 40 cm.
Sementara di Kecamatan Weleri, air menggenangi jalan raya utama weleri dan dua desa. Diantaranya, Desa Penyangkringan, dan Desa Sumberagung. Ketinggian air di wilayah ini sama bervariasi, selain jalan yang tergenang, beberapa rumah warga juga ikut terendam, ketinggian air 20 – 40 cm.
Hingga pukul 10.00 wib Cuaca masih hujan dengan intensitas sedang. Namun warga dihimbau untuk tetap waspada.(Ghoost)





