
Metrotimes (SEMARANG) – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan lewat kerja nyata, bukan sekadar slogan.
Hal itu disampaikan saat memberikan arahan kepada PJU Polda Jateng dan Kapolres jajaran di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jumat (9/10/2026). Kegiatan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Latif Usman.
“Saya pengin kerja kita tuh kerjanya kerja hati, pakai hati dan kerja ikhlas. Caranya adalah teman-teman bekerja aja sebagaimana maunya hati kita untuk kepentingan masyarakat,” tegas Kapolda.
Kapolda meminta kehadiran personel benar-benar dirasakan masyarakat lewat kegiatan keagamaan, sambang, dan dialog langsung, bukan sekadar seremonial atau untuk dipublikasikan.
“Saya enggak mau cuma sekadar jargon, tapi rekan-rekan tidak melaksanakan,” ujarnya.
Ia menekankan tiga hal utama: ketegasan terhadap kejahatan yang meresahkan seperti kejahatan jalanan, narkotika, perjudian, begal dan pemerasan; respons cepat terhadap laporan masyarakat; serta pelayanan humanis kepada kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, disabilitas, dan korban bencana maupun kekerasan.
Di bidang pelayanan, Kapolda meminta laporan masyarakat ditangani cepat dengan jemput bola. Personel Reserse, Lantas, dan Pamapta diminta menangani TKP hingga pembuatan laporan polisi di lokasi.
“Jadi orang datang ke TKP membawa laptop, udah dapat nomor LP-nya dan sebagainya, lalu dibuatkan LP di sana. Jadi kita tidak lagi menunggu orang mau lapor itu harus datang ke SPKT,” jelasnya.
Kapolda juga menekankan pembenahan integritas internal, melarang praktik transaksional, pungli pelayanan lantas, hingga menjadi pelindung narkotika, perjudian, dan praktik ilegal lain.
“Saya juga tidak mau ada anggota yang jadi pelindung peredaran narkotika, perjudian, dan praktik ilegal lainnya. Kita harus bersih dan berempati kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta pimpinan satuan memperkuat pengawasan terhadap anggota dan mendorong pemetaan wilayah rawan bencana hingga kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih dan pangan.
“Karena pada hakekatnya pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya berhubungan dengan masyarakat, tapi juga harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan YME,” pungkasnya.(dnl)









