
MetroTimes (Sidoarjo) – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sidoarjo terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme dokter gigi melalui kegiatan ilmiah berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Sidoarjo Dentistry IX, seminar tahunan yang memasuki pelaksanaan kesembilan dan terbuka bagi dokter gigi dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua PDGI Cabang Sidoarjo, drg. Fitri Kamalia, mengatakan kegiatan Sidoarjo Dentistry IX tidak hanya ditujukan bagi anggota PDGI di Sidoarjo, tetapi juga dokter gigi dari seluruh Indonesia. Perluasan sasaran peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga medis gigi sekaligus memperluas akses terhadap perkembangan ilmu kedokteran gigi.
“Kalau Sidoarjo Dentistry ini rutin setiap tahun dan sekarang sudah yang ke-9. Sasarannya bukan hanya dokter gigi PDGI Sidoarjo, tetapi juga seluruh dokter gigi yang ada di Indonesia karena skalanya sudah nasional,” ujar Fitri.
Kegiatan yang digelar di The Sun Hotel Sidoarjo pada 11 Oktober 2026 tersebut mengangkat pengembangan kompetensi di bidang prostodonsia, konservasi gigi, serta bedah mulut. Ketiga bidang tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan dokter gigi dalam menangani berbagai kebutuhan perawatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Fitri menegaskan, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendasar bagi dokter gigi di tengah perkembangan ilmu kedokteran dan semakin beragamnya pilihan layanan kesehatan gigi. Dokter gigi dituntut terus memperbarui pengetahuan agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pasien.
Menurut dia, persaingan ant praktik dokter gigi, klinik, hingga rumah sakit menjadi salah satu tantangan dalam dunia pelayanan kesehatan gigi saat ini. Karena itu, dokter gigi tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan, tetapi perlu terus mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan profesional.
“Dokter gigi harus selalu memperbarui ilmu karena ilmu itu terus bergerak. Dengan pembaruan ilmu tersebut, kompetensi dokter gigi diharapkan meningkat sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada pasien dengan lebih baik,” jelasnya.
Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Anggota
Selain menggelar seminar ilmiah, PDGI Cabang Sidoarjo juga menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap anggotanya. Organisasi profesi tersebut memiliki tim Badan Pembinaan dan Perlindungan Anggota (BPPA) serta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Gigi (MKEKG) untuk mendukung pembinaan profesionalisme dan penegakan etika profesi.
Fitri menjelaskan, PDGI secara berkala mengingatkan para dokter gigi agar menjalankan praktik sesuai ketentuan profesi, termasuk dalam melakukan promosi layanan kesehatan. Menurutnya, praktik promosi yang tidak sesuai dengan ketentuan organisasi profesi, seperti pemberian diskon harga layanan, menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pembinaan anggota.
Melalui keberadaan tim BPPA dan MKEKG, PDGI Cabang Sidoarjo berupaya memastikan para dokter gigi tetap menjalankan praktik secara profesional, menjaga etika, serta mengutamakan kepentingan pasien.
Saat ini, PDGI Cabang Sidoarjo memiliki sekitar 500 anggota. Jumlah tersebut menjadi potensi sekaligus tanggung jawab organisasi dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang kedokteran gigi.
Pembinaan juga diberikan kepada dokter gigi yang baru memulai praktik. Selain mendorong mereka terus memperbarui ilmu, PDGI mengingatkan pentingnya memenuhi persyaratan legalitas praktik, termasuk Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan yang berlaku.
PDGI Cabang Sidoarjo juga berencana memberikan pembekalan secara langsung kepada dokter gigi baru melalui kegiatan pembinaan di sekretariat organisasi. Materi yang diberikan mencakup kode etik profesi, mekanisme perlindungan anggota, serta hal-hal mendasar yang perlu dipahami dalam menjalankan praktik kedokteran gigi.
Aktif dalam Bakti Sosial dan Pelayanan Masyarakat
Komitmen PDGI Cabang Sidoarjo tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi anggota, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial dan keterlibatan dalam program kesehatan masyarakat.
Pada Oktober 2026, PDGI Cabang Sidoarjo menjadwalkan kegiatan seminar dan bakti sosial sebagai bagian dari agenda organisasi. Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan dokter gigi dengan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
Fitri mengatakan, PDGI juga menjalin kerja sama dengan organisasi profesi lainnya serta Dinas Kesehatan. Keterlibatan tersebut termasuk dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang memberikan ruang bagi dokter gigi untuk berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran organisasi profesi. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar manfaat layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
PDGI Cabang Sidoarjo juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan terkait pelayanan dokter gigi. Aduan dapat disampaikan melalui akun Instagram resmi PDGI, WhatsApp admin, maupun secara langsung kepada dokter gigi yang bersangkutan.
Setiap masukan dari masyarakat menjadi bagian dari perhatian organisasi dalam menjaga kualitas pelayanan dan profesionalisme anggotanya.
Dorong Digitalisasi Rekam Medis Elektronik
Di tengah perkembangan teknologi kesehatan, PDGI Cabang Sidoarjo turut mendorong anggotanya mengikuti transformasi digital dalam pelayanan medis, khususnya penerapan Rekam Medis Elektronik (RME).
Fitri menyampaikan bahwa digitalisasi pelayanan kesehatan merupakan bagian dari arah kebijakan Kementerian Kesehatan yang perlu diikuti oleh praktik dokter gigi, klinik, maupun rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung penerapan tersebut, Pengurus Besar PDGI telah menyediakan fasilitas Rekam Medis Elektronik yang dapat diakses oleh dokter gigi anggota PDGI yang berstatus aktif. Menurut Fitri, fasilitas tersebut tersedia secara gratis tanpa biaya berlangganan.
Pemanfaatan RME diharapkan membantu dokter gigi melakukan pencatatan dan pengelolaan data pelayanan pasien secara lebih tertata. Penerapan sistem digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di tengah perkembangan teknologi.
Harapkan Ilmu Seminar Berdampak pada Pelayanan Pasien
Melalui penyelenggaraan Sidoarjo Dentistry IX, Fitri berharap para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang didapatkan dalam praktik sehari-hari.
Peningkatan kompetensi, menurutnya, harus berujung pada perbaikan kualitas pelayanan kepada pasien. Karena itu, pembaruan ilmu perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disertai komitmen untuk menjalankan praktik sesuai standar profesi serta ketentuan yang berlaku.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan seluruh peserta, sehingga mutu pelayanan di tempat praktik masing-masing juga semakin baik,” tuturnya.
Ke depan, PDGI Cabang Sidoarjo akan melanjutkan agenda seminar, bakti sosial, serta pembinaan dan pengawasan anggota. Melalui program-program tersebut, organisasi profesi ini berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kemampuan klinis, kepatuhan terhadap etika profesi, pemanfaatan teknologi, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Dengan konsistensi penyelenggaraan Sidoarjo Dentistry hingga edisi kesembilan, PDGI Cabang Sidoarjo berharap budaya belajar berkelanjutan semakin menguat di kalangan dokter gigi, sekaligus mendorong pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
(nald)









