
MetroTimes (Surabaya) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar Press Conference Akhir Tahun 2025 untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., dan dihadiri jajaran pejabat utama Polrestabes Surabaya serta perwakilan instansi terkait, Senin (30/12/2025).

Dalam sambutannya, Kombes Pol Luthfie menyampaikan apresiasi kepada insan pers atas dukungan dan sinergi selama ini dalam menyampaikan informasi kamtibmas kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026.
“Semoga di tahun 2026 ke depan, situasi kamtibmas di Surabaya semakin baik dan semakin banyak hal yang dibutuhkan masyarakat dapat tersampaikan melalui rekan-rekan media,” ujarnya.
Gangguan Kamtibmas Naik 9 Persen, Penyelesaian Kasus Capai 119 Persen
Kapolrestabes menjelaskan, sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tindak pidana konvensional, sebesar 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, tingkat penyelesaian perkara juga mengalami peningkatan sebesar 1 persen.
“Secara global, penyelesaian kasus di tahun 2025 mencapai 119 persen, artinya selain menyelesaikan kasus baru, kami juga berhasil menuntaskan tunggakan kasus dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Curanmor Meningkat 10 Persen, 472 Tersangka Diamankan
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi atensi publik dan fokus utama Polrestabes Surabaya sepanjang 2025. Tercatat, terjadi peningkatan curanmor sebesar 10 persen dengan total 600 kejadian.
Dari hasil pengungkapan, polisi berhasil mengamankan 472 orang tersangka, sebagian di antaranya merupakan residivis.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Meski ratusan pelaku sudah kami proses hingga pengadilan, kasus curanmor masih terus terjadi,” ungkap Luthfie.
Sebagai langkah lanjutan, Polrestabes Surabaya akan segera menggelar barang bukti kendaraan hasil curanmor yang telah disita. Masyarakat diminta datang langsung dengan membawa dokumen kepemilikan tanpa dipungut biaya apa pun.
“Tidak ada biaya, tidak ada perantara. Jika ada pihak yang mengaku bisa membantu dengan imbalan, silakan laporkan,” tegasnya.
Pengungkapan Narkoba: 724 Kasus, 940 Tersangka
Di bidang pemberantasan narkoba, sepanjang tahun 2025 Polrestabes Surabaya mengungkap 724 kasus dengan 940 orang tersangka. Beberapa kasus besar berhasil diungkap dengan total barang bukti berupa :
- Sabu: 93.934,46 gram
- Ekstasi: 41.124 butir
- Ganja: ±11 kg
- Pil LL: 249.445 butir
- Ketamin: 0,86 gram
- Psikotropika: 12 butir
- Tembakau sintetis: 111,60 gram
Kapolrestabes menegaskan, bagi pengguna narkoba dengan barang bukti di bawah 1 gram, kebijakan yang diambil adalah asesmen dan rehabilitasi, bukan semata-mata pemidanaan.
Ia juga mengingatkan adanya potensi peredaran narkoba jenis baru yang dikenal sebagai “ketom” atau “mid-date” yang digunakan melalui vape dan sangat berbahaya.
“Untuk Surabaya belum kami temukan, namun kami minta bantuan rekan-rekan media dan masyarakat jika mendapatkan informasi terkait hal tersebut,” katanya.
Kecelakaan Lalu Lintas Naik, Korban Meninggal Turun
Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan pada 2025 meningkat 18 persen, dari 1.488 kejadian pada 2024 menjadi 1.762 kejadian. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru menurun dari 182 orang menjadi 180 orang, sementara korban luka berat turun dari 18 orang menjadi 12 orang.
Untuk penegakan hukum, Polrestabes Surabaya mencatat 1.521 kali penindakan melalui razia dan patroli lalu lintas.
Unjuk Rasa Turun 11 Persen, Pengamanan Kegiatan Capai 1.994 Event
Sepanjang tahun 2025, tercatat 678 aksi unjuk rasa, sementara 583 kegiatan berhasil dimitigasi dan dibatalkan melalui komunikasi dan pendekatan persuasif. Secara umum, jumlah aksi unjuk rasa menurun 11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, Polrestabes Surabaya melaksanakan pengamanan terhadap 1.994 kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga, konser musik, hingga pertandingan sepak bola. Sebanyak 101 konser musik dan 55 laga sepak bola berlangsung aman dan kondusif.
Blue Light Patrol dan Penertiban Balap Liar
Untuk menjaga keamanan malam hari, Polrestabes Surabaya rutin menggelar Blue Light Patrol dan patroli skala besar guna mencegah kejahatan jalanan dan balap liar. Hingga akhir 2025, polisi mengamankan sekitar 180 kendaraan dari pelanggaran balap liar.
Kapolrestabes menegaskan, seluruh proses penilangan dilakukan tanpa perantara dan pembayaran denda dilakukan langsung melalui rekening resmi BRIVA.
“Tidak ada pembayaran ke petugas. Jika ada yang mengaku bisa membantu, itu ilegal,” tegasnya.
Harapan 2026
Menutup konferensi pers, Kombes Pol Luthfie berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dan media terus terjalin untuk menjaga Surabaya tetap aman dan kondusif di tahun 2026.
“Semoga Surabaya tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan tertib. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” pungkasnya.
(nald)




