- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Polres Purworejo terus berprogres dalam menangani kasus penganiayaan yang dialami Ari Pambudi (44), warga Banyumas di Purworejo beberapa pekan lalu. Dugaan pengeroyokan yang melibatkan mantan Ketua Ormas ini sudah memasuki tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, Melalui Kepala Unit II, Ipda M. Anas Masun pihaknya telah melaksanakan gelar perkara. Belasan saksi pun telah memberikan keterangan untuk mengungkap kasus tersebut.

“Iya, sudah masuk penyidikan, kita juga sudah minta keterangan belasan saksi,” kata Anas, Selasa (7/10).

Terpisah,bAri Pambudi mengatakan, meski sudah dalam penyelidikan pihaknya masih menunggu mantan ketua ormas berinisial AR tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, apa yang dilakukan AR sangat meresahkan.

Ia diduga bersekongkol dengan istrinya yang merupakan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo untuk menjebak dirinya dalam peristiwa yang terjadi pada 4 September silam lalu.

ads

“Awalnya, istri AR mengundang kami untuk ke rumah melalui pesan WA. Lha sampai sana AR dan gerombolannya sudah bawa bambu dan kayu untuk mengeroyok kami,” ungkap Ari.

Ari menduga ada upaya perencanaan pembunuhan terhadap dirinya karena di lokasi kejadian di Desa Mlaran sudah banyak anak buah AR. Mereka bersama-sama memukul dan mengancam akan membunuh Ari.

“AR dan TY (ASN) yang merupakan guru di sekolah dasar negeri, mereka saya kira sudah merencanakan ini, kalau gak segera ditangkap ini kan meresahkan sekali. Apa bijak seorang guru yang seharusnya jadi panutan malah diduga ikut merencanakan pengeroyokan,” kata Ari.

Ari menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang di Desa Mlaran, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (4/9/2025) malam.

“AR memiliki tanggungan utang kepada kakak saya sebesar Rp780 juta dan belum dibayar, eh malah saya dipukuli dan diinjak-injak bersama anak buahnya,” kata Ari

Diberitakan sebelumnya, selain dipukuli dengan bambu Ari mengaku dicekik dan diinjak oleh Ridho beserta kawan-kawannya. Khawatir kehilangan nyawa, Ari bersama dua orang lain berhasil kabur ke jalan raya dan meminta pertolongan warga sekitar hingga akhirnya bisa menyelamatkan diri.

“Mobil saya dipukul-pukul dan digembosi bannya, sehingga sempat ditahan oleh mereka,” tambah Ari.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ari mengalami luka memar di wajah, kepala, lengan, dan kaki. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Purworejo.(dnl)