
METROTIMES ( Ambon ) Oknum Crisno Rikumahu (CR), Sekretaris DPD KNPI Maluku, kembali menjadi sorotan publik setelah perempuan berinisial DT mengungkapkan dugaan khianatan yang sangat menyakitkan. Setelah empat tahun hidup bersama dan menjadi tulang punggung yang membiayai segala kebutuhan CR – mulai dari keperluan sehari-hari hingga barang mewah – DT mengaku merasa dipermainkan dan dirampas haknya.
“Selama empat tahun, saya yang menanggung segala sesuatu untuknya. Dari baju, HP, hingga motor, semuanya saya yang beli dan dia tinggal pakai saja,” ujar DT dengan nada penuh kecewa.
Ternyata, pengorbanan itu berbalik menjadi pahit ketika DT menemukan bukti percakapan yang menunjukkan CR diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang dosen di Ambon, yang juga dikenal sebagai mantan istri anggota polisi. Bahkan, selama ini perempuan tersebut sering datang ke rumah mereka dengan menyamar sebagai “saudara”.
“Dulu sudah banyak orang yang memberi tahu, tapi dia selalu membantah. Sekarang semua terbukti jelas dari chat yang saya temukan,” tegas DT.
Tak hanya perselingkuhan, DT juga mengungkap dugaan penguasaan harta miliknya oleh CR. Beberapa barang bernilai tinggi seperti uang Rp 15 juta di rekening ATM, dua unit sepeda motor, dan iPhone 17 Pro Max sempat hampir hilang dari genggaman DT.
“Saya berusaha mengejar semua itu. Yang paling penting adalah saya dapatkan kembali uang Rp 15 juta, satu motor, dan HP saya. Untung saya cepat mengambilnya, kalau tidak mungkin sudah habis semua,” jelasnya.
Yang membuat DT semakin terpukul adalah mengetahui bahwa CR telah mengikuti prosesi SIDI (Peneguhan Anggota) secara diam-diam bersama perempuan tersebut, tanpa sepengetahuannya meskipun mereka tinggal serumah bertahun-tahun. Bahkan, dua hari sebelum acara syukuran SIDI, CR malah meminta uang kepada DT untuk biayanya.
“Dia bilang butuh uang untuk syukuran. Kalau bukan dari saya, darimana dia dapatkan uangnya?” sindir DT, yang juga menuding perempuan tersebut sebagai orang yang mengatur seluruh prosesi SIDI dan mengantar CR ke gereja.
Konflik keduanya pun memuncak di depan umum saat DT mencoba mengambil kembali ponselnya di kawasan depan Bank BRI. Alih-alih diberi hak, DT justru dimaki-maki secara terbuka yang membuatnya merasa kehilangan martabat.
“Saya hanya mau mengambil barang saya sendiri, tapi dia malah mencaci saya di depan banyak orang. Rasanya sangat memalukan,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, DT juga mengaku mengalami trauma akibat dugaan kekerasan fisik selama menjalin hubungan dengan CR.
“Saya sering dipukul, bukan hanya sekali dua kali. Karena takut, saya harus datang bersama saudara saya yang anggota polisi,” ungkap DT dengan nada lembut.
Menurut DT, CR bahkan pernah merencanakan menjual salah satu motor miliknya – yang terdaftar atas nama DT – untuk biaya perjalanan ke Jakarta pada 17 April mendatang.
“Motor itu milik saya, tapi dia mau menjualnya sendiri untuk ongkos pergi. Untung saya berhasil menyelamatkannya tepat waktu,” tambahnya.
Perlu diketahui, kasus perselingkuhan antara CR dan perempuan tersebut sudah pernah viral sebelumnya, namun kala itu selalu disangkal oleh keduanya. Kini dengan bukti yang ada, publik menyatakan bahwa kasus tersebut memang benar terjadi sejak dulu.
Kasus ini membuat citra organisasi kepemudaan menjadi tercoreng. Banyak warga yang menganggap hal ini sangat memalukan, mengingat CR seharusnya menjadi contoh bagi pemuda di Maluku. Publik juga mendesak agar ada evaluasi serius terhadap posisi yang diemban CR, agar organisasi tidak dikelola oleh orang yang kurang memiliki tanggung jawab moral.
Hingga saat ini, CR belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tuduhan yang dilontarkan DT. ( Tasya Patty (




