- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Harapan Jaya Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo mengembangkan integrated farming atau pertanian terintegrasi untuk meningkatkan pendapatan.

“DD (dana desa) tahun 2025 sesuai juknis dari pemerintah pusat, wajib dialokasikan 20 persen untuk program ketahanan pangan. Untuk Desa Cengkawakrejo tahun ini DD kami dikisaran 1 miliar lebih. Sehingga dari dana itu untuk program ketahanan pangan dapat alokasi Rp210 juta,” kata Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wisky Bagasworo, Rabu (30/7).

Ia menyebut, penggunaan untuk anggaran itu telah dirembuk dalam musyawarah desa. Salah satu dari program yang akan dilaksanakan melalui anggaran itu adalah penyiapan sarana integrated farming. Kelak program itu akan dikelola oleh BUMDes sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan.

“Untuk pertanian terintegrasi ini kami sudah dan akan membangun bioflog, beberapa bioflog yang sudah ada salah satunya green house untuk anggur dan melon. Sarana prasaran penunjang seperti toilet dan musolah juga sudah ada,” sebut Imlais.

Menurutnya, Pemdes Cengkawakrejo akan terus mendukung kemajuan BUMDes Harapan Jaya. Selain Bioflog, melalui dana desa itu juga akan dibangun kandang ayam petelur serta kandang kambing. Hal ini untuk mendukung program integrated Farming yang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir itu.

ads

Tak hanya itu, jika anggaran masih mencukupi, BUMdes juga akan menerapkan sistem pertanian mina padi yakni sistem budidaya padi yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan di lahan sawah yang sama. Untuk mengoptimalkan lahan yang tepat berada di pinggir saluran irigasi bendung boro itu juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman obat.

Imlais mengemukakan, pengembangan usaha pertanian modern yang dilaksanakan ini tak sekadar menyiapkan usaha bagi BUMDes. Melalui program ini, ia ingin mengedukasi warganya bahwa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat bisa mengembangkan budidaya tanaman holtikultura serta sektor peternakan.

“Terutama pemuda, kami ingin mendorong mereka agar mau bertani. Mari belajar sama-sama, bahwa bertani itu asik, bertani itu modern dan bertani juga bisa sukses . Untuk bioflog anggur nanti kami menerapkan konsep pertanian modern yakni penggunaan sistem pengairan secara digital,” imbuhnya.

Ia menambahkan selain integrated farming pemerintah desa selama ini telah menyiapkan ekosistem usaha tanaman perkebunan dengan mensinergikan peran masyarakat, pemerintah desa serta BUMDes Harapan Jaya. Warga di setiap pedukuhan di Desa Cengkawakrejo saat ini telah menanam berbagai buah serta tanaman pangan yang berbeda.

Peran BUMDes kedepan akan menampung hasil panen dari warga itu dan selanjutnya untuk dijual kembali sebagai salah satu usaha.

“Setiap pedukuhan kami buat identitas masing-masing, seperti Sutomenggalan setiap rumah kami beri tanggungjawab untuk tanam lima pohon durian. Padukuhan yang lain seperti Bowoan kami kasih sukun. Mudah-mudahan dengan sinergi antara masyarakat, BUMDes dan pemerintah desa ini pada 3 hingga 4 tahun kedepan kita sudah bisa panen,” demikian katanya.(tyb)