- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Ketua Ormas Madura Asli Serumpun atau disingkat MADAS, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Raden Zainal Fatah, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kepemimpinan langsung Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Ketua Ormas Madura Asli Serumpun (MADAS) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Raden Zainal Fatah

Menurut Raden Zainal Fatah, langkah tersebut merupakan keputusan strategis dan penting untuk menjaga netralitas Polri sebagai institusi negara. Ia menegaskan bahwa Polri harus tetap profesional, independen, serta tidak dijadikan alat kepentingan politik praktis oleh pihak mana pun.

“Kami mendukung keputusan agar Polri tetap berada di bawah kepemimpinan langsung Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Hal ini penting untuk menjaga netralitas, memastikan profesionalisme institusi, serta mencegah Polri dijadikan alat kepentingan politik praktis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Polri harus tetap berdiri sebagai pengayom masyarakat, penegak hukum yang adil, setia kepada konstitusi, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

ads
Haji Muhammad Suhri, selaku Ketua MADAS Madura Asli Serumpun PAC Asemrawo, Surabaya,

Senada dengan hal tersebut, Haji Muhammad Suhri, selaku Ketua MADAS Madura Asli Serumpun PAC Asemrawo, Surabaya, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto atas Polri.

“Kami mendukung penuh keputusan agar Kepolisian Republik Indonesia tetap berada di bawah pimpinan langsung Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Langkah ini penting untuk menjaga netralitas Polri, memastikan profesionalisme institusi, serta mencegah Polri dijadikan alat kepentingan politik praktis,” tegasnya.

Haji Muhammad Suhri menambahkan bahwa Polri harus tetap berperan sebagai pengayuh dan pelindung masyarakat, penegak hukum yang adil, serta setia kepada konstitusi dan kepentingan rakyat secara luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Pernyataan dukungan tersebut ditutup dengan salam kebersamaan dan persatuan.

“Salam becahan seterja. Kami akhiri.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.

(nald)