- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Pengajian akbar dalam rangka peringatan HUT RI ke-80 dan merti Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, berlangsung khidmat pada Minggu (17/8/2025).

Ribuan warga tampak antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan KH Abdur Rohim atau akrab disapa Ki Joko Goro-Goro.

Dalam ceramahnya, Ki Joko Goro-Goro menekankan pentingnya memperkuat iman dan memperbanyak amal kebaikan, termasuk melalui tradisi merti desa atau sedekah bumi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar acara budaya, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Semoga lurah tambah berkah, rezekinya berlimpah dapat mensejahterakan rakyatnya. Semoga sedekah tidak lelah, agar rezekinya bisa untuk umrah,” ucapnya yang disambut tepuk tangan jamaah.

Ia juga mengingatkan, orang yang berjuang dengan harta bendanya untuk kebaikan akan mendapat balasan besar di sisi Allah SWT.

ads

“Orang yang berjuang dengan harta benda selamat dari siksa kubur. Sedekah menjadi taman surga,” tegasnya.

Dalam penggalan tausiyahnya, ia menyebut bahwa menghadiri majelis ilmu dan pengajian merupakan amal yang besar pahalanya.

“Siapa yang berangkat ngaji, melebur dosa. Setiap langkah dosanya diampuni,” katanya.

Ki Joko Goro-Goro juga mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anaknya di lingkungan pesantren agar kelak menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak.

“Pondokkanlah anak agar mendapatkan ilmu,” ujarnya.

Menurutnya, merti desa dan pengajian akbar adalah cara yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga warisan tradisi yang penuh makna.(dnl)