- iklan atas berita -

METRO TIMES ( Ambon ) Komisi III DPRD Provinsi Maluku terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih dan penanganan banjir di sejumlah wilayah di Maluku. Hal ini terungkap dalam rapat Komisi III dengan Balai Sungai Wilayah Maluku yang membahas berbagai permasalahan krusial terkait infrastruktur di Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur (SBT).

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Al Hidayat Wajo, mengungkapkan bahwa pembangunan air bersih di Maluku Tengah untuk memenuhi kebutuhan Kota Masohi dan sekitarnya akan dilanjutkan dengan pembangunan 12 jembatan pada tahun 2026. Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan pipa di air baku ke Kota Masohi.

“Pembangunan 12 jembatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Sungai dan Cipta Karya, dan ditargetkan selesai pada tahun 2027. Dengan demikian, masyarakat di Kota Masohi dan sekitarnya dapat segera menikmati air bersih,” ujar Al Hidayat Wajo.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti masalah banjir di Kali Sabodam, Waikawanua, akibat pergeseran kali yang sulit dikontrol. Untuk mengatasi hal ini, Balai Sungai bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Maluku Tengah untuk pengambilan galian C guna meminimalisir banjir.

“Kami berharap rekomendasi dari Balai Sungai segera selesai dikaji, sehingga pada tahun 2026 sudah bisa dimulai aktivitas penanganan banjir di Kalikawanua,” harapnya.

ads

Terkait penanganan banjir di Kota Bula, SBT, Komisi III akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan pembangunan kolam retensi yang terkendala masalah lahan. Diharapkan, pekerjaan dapat dimulai pada tahun 2026.

Al Hidayat Wajo menegaskan bahwa Komisi III terus mendorong Balai Sungai untuk memberikan perhatian terhadap permasalahan kali di seluruh Maluku agar tidak terjadi banjir di kemudian hari. Balai Sungai telah memberikan respons positif terhadap berbagai permasalahan di SBB, Maluku Tengah, SBT, Kota Ambon, dan beberapa kabupaten lainnya.

“Kami menyayangkan adanya perencanaan yang tidak komprehensif di Maluku Tengah, sehingga pembangunan pipa air bersih tidak didukung dengan pembangunan jembatan. Akibatnya, penyelesaian proyek menjadi tertunda,” pungkasnya.( Tasya Patti )