- iklan atas berita -

 

Metro Times (Semarang) Konser Grub Band Religi Nisa Sabyan yang digelar oleh generasi milinel Jawa Tengah di Ballroom UTC Jl. Kelud Raya No. 2 Semarang, Rabu (13/3) petang berjalan cukup meriah. Ribuan generasi milenial dari dari berbagai penjuru, baik dari Kota Semarang dan sekitarnya turut memadati gedung tersebut ingin menikmati latunan-lantunan lagu dari Nisa Sabyan, Namun ada beberapa peserta mengaku sedikit kecewa lantaran konser tersebut dijadikan ajang deklarasi Capres-cawapres nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 17 April mendatang.

Eva Meilinda Silviana pengunjung asal Kedung Mundu Tembalang Kota Semarang menuturkan, dirinya memang ngefans Nisa Sabyan, begitu ada info yang beredar di media sosial (Medsos), dia bersama teman-teman menjadwalkan untuk hadir, bisa bertemu langsung artis idolanya seraya melantukan secara bersama lagu Nisa Sabyan di konser tersebut.

“Saya mendapat info ada konser Nisa Sabyan dari Medsos. Saya memang ingin banget datang mumpung gratis, bayangan saya murni konser, karena informasi yang beredar hanya konser, eh ternyata dibuat kegiatan politik (Deklarasi Capres tertentu), jujur saya sedikit kecewa,” ucap mahasiswi salah satu Kampus Swasta di Kota Semarang.

ads

Eva melanjutkan, sebenarnya sih boleh-boleh saja, konser untuk acara deklarasi atau kampanye, asalkan informasi yang disebar luaskan  jelas. Namun, sebagai fans berat Nisa Sabyan, konser Nisa Sabyan untuk kepentingan politik tertentu dirinya kurang sependapat. “Saya inginya Nisa Sabyan netral, konser yang digelar bisa dinikmati semua kalangan. Benar-benar untuk media dakwah, media pendidikan dan hiburan yang menggembirakan,” harapnya.

Pengunjung lainya, Reny Atika Asyaroni, mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang juga mengaku sedikit terganggu konser Nisa Sabyan dijadikan agenda politik. Ia sendiri mengaku mendapat informasi ada konser Nisa Sabyan dari story-story WhatshApp (WA) dari teman-temanya. “Saya datang berempat dengan teman-teman kuliah. Begitu saya mau masuk gedung UTC, saya kaget karena disodori stiker-stiker Caleg. Bayangan saya iya murni konser, eh ternyata disusupi agenda politik,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Milenial Jateng, Helda Alvi Anggreini menuturkan, gelaran konser Nisa Sabyan ini murni konser milinel, penggagasnya dari kaum milenial dan pesertanya juga kaum milenial, tidak ada dari Parpol manapun. Menurutnya, tim milenal Jateng ini datang dari berbagai kalangan, ada dari Milenial Anti Pencitraan (MAP), Gerakan Muda Indonesia (GMI), Milenal Terhadap Prabowo-Sandi (Mantap) dan komunitas lainya. “Hari ini kumpul sekitar 3000 kaum Milenial. Mereka dari berbagai kelompok komunitas atau hobi tertentu, ada yang hobinya bola, selfi, naik gununng dan lainya,” ucapnya.

Alvi melanjutkan, meski penyelenggaranya bukan dari Parpol tertentu. Dirinya juga tidak menampik bahwa konser Nisa Sabyan ini untuk mengenalkan Pasangan Prabowo-Sandi kepada kaum milenial. “Di Jateng ini memang anak-anak muda masih apatis terhadap politik. Makanya, kami (Tim milineal Jateng) akan terus melakukan even-even yang menyasar kaum milineal untuk memberikan pendidikan politik. Dalam waktu dekat ini, kita akan buat even 2000 obor di Nglimut Gonoharjo Kendal,” pungkasnya. (af/dnl).