
Metro Times (Magelang) Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) mengajukan Kelompok Koordinator Wilayah (Korpokla) Progo Hulu untuk maju di lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kepala Balai PSDA Probolo, Diah Purbandari menjelaskan, Korpokla ini di nilai paling tinggi capaiannya diantara Korpokla lain dalam wilayah kerjanya.
“Harapannya bisa menjadi penyemangat untuk Korpokla yang lain,” terangnya saat di konfirmasi oleh awak media, Selasa (29/10/2019).
Para juri lomba dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPU Pusdataru) mengungkapkan, para juri melakukan penilaian dari berbagai aspek. Penilaian dibagi menjadi dua, yakni dari segi administrasi dan lapangan. Masing-masing akan berpengaruh pada penilaian.
“Di kantor pemeriksaan dari sisi administrasi. Sedangkan pemeriksaan lapangan dilakukan di Bendung Soropadan. Apakah yang sudah ditulis di kantor sini sudah di praktekkan di bendungannya,” jelasnya.
Dinas Dispataru mengevaluasi apakah sarana dan prasarana di masing-masing Korpokla sudah sesuai dengan yang di inginkan dari dinas.
“Kalau belum ada, akan segera di lengkapi. Untuk pemenang akan diberi apresiasi uang pembinaan untuk memperbaiki sarana dan prasarana, kembali ke institusinya,” tegasnya.
Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku, Rahman Wahyu, selaku salah satu juri menambahkan, lomba ini juga mengecek kelengkapan sarana pendukung untuk mendukung kinerja.
“Seperti kemarin kinerja masalah pengelolaan kurang komputer, kami pengadaan komputer. Kemudian kendaraan roda tiga dalam mendukung kegiatan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi, juga kami adakan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, lomba Korpokla ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola saluran air, dan lomba ini juga diadakan di setiap tahunnya.
“Dengan pelaksanaan lomba ini bisa merangkul berbagai unsur masyarakat. Itu yang kita harapkan. Kita sebagai institusi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari institusi lain maupun masyarakat,” jelasnya.
“Ini sudah ketiga kalinya lomba diadakan. Kalau sudah menang tidak boleh diikutkan. Tahun depan harus Korpokla lain. Jadi semua Korpokla nantinya akan dilakukan penilaian,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan Dinas Dispataru dalam menjamin ketersediaan air salah satunya bergantung pada kerja Korpokla.
“Korpokla ini sebagai ujung tombak Dispataru. Keberhasilan dinas berawal dari Korpokla. Harapannya terus meningkat, perlengkapan meningkat dan bisa mendukung,” jelasnya.
Sementara Korpokla Progohulu, Marno mengatakan, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin. Semuanya sudah di rangkulnya dalam beban tanggung jawabnya, baik itu Instansi Negera atau swasta, dan bahkan Komunitas yang ada di wilayahnya sering di rangkulnya.
“Semua yang saya kerjakan dari hati, karena Saya percaya kalau segala sesuatu di kerjakan pakai hati, hasilnya juga akan baik dan maksimal,” ucapnya. (Rif)




