- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Daun gedi yang selama ini hanya dikenal sebagai tanaman sayur, ternyata bisa diolah menjadi beragam produk bernilai tinggi. Hal itu dibuktikan oleh siswa SMP YPPI 1 Surabaya yang berhasil menyulap daun gedi menjadi kertas daur ulang, minuman sehat, hingga aneka makanan olahan. Inovasi ini dipamerkan dalam kegiatan kolaborasi sekolah yang turut dihadiri tamu dari Queensway Secondary School, Singapore.

Kepala sekolah, Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan bahan sederhana dari lingkungan sekitar. “Inovasi tidak harus mewah. Dari bahan yang sederhana seperti daun gedi saja, anak-anak bisa menghasilkan karya luar biasa. Kami ingin menumbuhkan kecintaan siswa terhadap alam sekitar,” ujarnya.

Daun Gedi Jadi Kertas Bernilai Seni

ads
Siswa proses pembuatan kertas gedi
Akbar Tanjung , Farzan Khaizuran kelas 8

Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian adalah kertas daur ulang berbahan daun gedi. Proses pembuatannya sederhana namun sarat nilai edukasi: daun direbus sekitar 30 menit, dilumatkan hingga menjadi bubur kertas, lalu dijemur hingga kering. Hasilnya adalah kertas unik dengan tekstur alami, corak kehijauan, hingga aroma khas yang membedakannya dari kertas biasa.

Siswa SMP YPPI 1 menunjukkan hasil karya kertas daun gedi, Livian Ruth S, Ketsia Kanaya, Carelina Florensia.

“Keunggulannya justru ada pada keaslian tekstur dan warna yang muncul alami dari daun. Tanpa pewarna tambahan pun hasilnya sudah artistik, bahkan lebih kuat jika dicampur sedikit kertas biasa,” jelas Nanang Ananto Budiono, pembimbing seni SMP YPPI 1. Ia menambahkan bahwa kertas gedi ini bisa dipakai untuk berbagai karya seni dan kerajinan, sekaligus mengajarkan anak pentingnya ramah lingkungan.

Dari Sirup Jadi Minuman Siap Saji

Minuman kesehatan dari daun gedi dan mengkudu

Selain kertas, siswa juga mengolah daun gedi menjadi minuman sehat bernama “Gedi Drink” atau “Es G Fit”. Tidak seperti sirup pada umumnya, produk ini sudah disajikan dalam bentuk siap minum, sehingga praktis dan segar. Minuman ini mendapat respons positif dari tamu undangan, termasuk guru-guru dari Singapura yang mencoba langsung dan mengaku kagum.

Selain minuman, berbagai makanan olahan berbahan gedi juga ditampilkan, seperti cheese stick gedi, egg roll gedi, nasi bakar gedi, hingga es lumut ubi ungu. Semua produk dipersiapkan langsung oleh siswa dengan pendampingan guru.

Batik Sibori dengan Sentuhan Alam

Tak berhenti di sana, kreativitas siswa juga diwujudkan dalam karya seni kain dengan teknik batik sibori atau ikat-celup. Menggunakan metode sederhana, siswa menghasilkan kain bercorak unik yang dipamerkan sebagai taplak dan hiasan.

Apresiasi dari Sekolah Singapura

Tamu dari Queensway Secondary School, Singapore ikut belajar proses pembuatan kertas gedi

Kreativitas ini membuat tamu dari Queensway Secondary School, Mr. Ali dan Mr. Weihong, merasa sangat terkesan. Mereka mengaku baru mengetahui bahwa daun gedi bisa dimanfaatkan dengan begitu banyak cara. “Kami sangat kagum, ini ekspresif dan inovatif sekali. Ternyata daun gedi bukan hanya tanaman biasa, tapi bisa jadi makanan, minuman, bahkan kertas dan karya seni,” ungkap mereka.

Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah awal kerja sama antara SMP YPPI 1 Surabaya dan Queensway Secondary School. Ke depan, akan diadakan pertukaran pelajar yang dimulai secara virtual sebelum rencana kunjungan langsung pada tahun depan.

Dengan kreativitas ini, SMP YPPI 1 Surabaya membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari hal-hal sederhana. Daun gedi, yang tumbuh subur di sekitar kita, kini hadir dalam bentuk baru yang bernilai edukasi, seni, sekaligus ekonomi.

(nald)