
Metro Times (Purworejo) Sebanyak 31 sekolah jenjang SMA dan MA di Kabupaten Purworejo serentak melaksanakan Ujian Nasional (UN) sejak Senin (9/4) hingga Kamis (12/4) mendatang. Dari sejumlah sekolah itu, satu SMA swasta terpaksa menumpang untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di sekolah lain. Sementara 2 MA swasta harus bergabung di sekolah lain untuk melaksanakan ujian berbasis kertas.
Bergabungnya tiga sekolah dengan sekolah lain dalam pelaksanaan UN tersebut memiliki alasan tertentu. SMA Muhammadiyah Kaligesing harus menumpang di SMK TI karena tidak memiliki tempat dan fasilitas memadai. Adapun MA Assidiqiyah dan MA Nurul Wahid digabung di MA Al Iman Bulus karena jumlah siswanya masih kurang.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA Kabupaten Purworejo, Padmo Sukoco MPd, mengungkapkan, sebanyak 11 SMA negeri di Kabupaten Purworejo seluruhnya telah melaksanakan UNBK. Sementara untuk MA tidak semuanya. Hanya MA Negeri, An Nawawi, dan MA Maarif Pituruh yang menyelenggarakan.
“Belum semuanya berbasis komputer. Sejumlah madrasah atau MA masih berbasis kertas dan 2 sekolah harus melaksanakan ujian di sekolah lain,” kataPadmo saat ditemui di Posko UN di SMAN 1 Purworejo.
Padmo yang juga merupakan Kepala SMA N 1 Purworejo tersebut menyebutkan bahwa UN berlangsung selama 4 hari. Jumlah peserta UN untuk SMA/MA di Purworejo tercatat sebanyak 3.954 siswa.
Pelaksanaan ujian dibagi 3 waktu dalam sehari. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB, dan terakhir dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
“Ada 4 mapel (mata pelajaran), satu hari satu mapel dan pelaksanaannya dibagi 3 waktu dalam sehari sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dimulai pukul 07.30 dan berakhir pada 16.00 WIB,” sebutnya.
Padmo menambahkan, secara keseluruhan, penyelenggaraan UN pada hari pertama dengan Mapel Bahasa Indonesia berjalan lancar. Namun, dari data yang dimilikinya, terdapat 2 siswa mengundurkan diri dan tidak mengikuti UN.
“Ya, 2 anak ada info mundur,” imbuhnya.
Pengawas SMA/MA di Purworejo, Sutrasno, mengungkapkan bahwa sekolah yang menyelenggarakan UNBK tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun kemarin seluruh SMA negeri UNBK dan hanya MA Negeri yang menyelenggarakan. Namun, tahun ini ada beberapa MA swasta yang sudah melaksanakan UNBK.
“Memang kita harapkan tahun depan sudah seluruhnya,” ungkap Sutrasno.
Menurutnya, semua alat yang digunakan untuk UNBK tahun ini sudah disiapkan sejak awal. Adanya tes uji coba menjadi salah satu upaya untuk melihat sejauh mana kemampuan alat yang dimiliki untuk menyelenggarakan UNBK.
“Semua sudah siap dan tidak ada masalah berarti. Di TUC menjadi pembuktian jika kita memang benar-benar siap untuk menggelar ujian,” jelasnya. (Daniel)




