- iklan atas berita -

Metro Times (PURWOREJO)-Makam Syech Abdul Jalal di Desa Awu Awu Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo semakin ramai didatangi para peziarah. Tak hanya Purworejo para peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur serta Jawa Barat.

Syech Abdul Jalal konon merupakan salah satu penyiar agama Islam yang diutus Kesultanan Cirebon di wilayah Ngombol. Sebelum akhirnya menyebarkan agama Islam di wilayah pesisir Purworejo, Syech Abdul Jalal sempat menimba Ilmu ke Kudus dan Demak.

Beliau Wafat dan dimakamkan di makamkan di belakang Masjid Tiban yakni Masjid Jami’ Al-Muttaqin Desa Awu Awu, Kecamatan Ngombol.

“Makam Syech Abdul Jalal konon merupakan salah satu makam tua di pesisir Purworejo hingga Parangtritis, Yogyakarta. Dahulu pengunjung masih sepi. Pada tahun 2000 mulai peziarah semakin ramai,” ucap Kepala Desa Awu Awu, Winarto saat ditemui di Area Makom, Minggu (8/2/2026).

ads

Ia menyebut, pada bulan-bulan tertentu seperti Maulud, Sa’ban (Ruwah), Ramadhan, Syawal dan Muharam peziarah selalu berdatangan. Jumlah kunjungan paling padat terjadi pada setiap bulan Sa’ban. Pada bulan ini jumlah peziarah mencapai 500 hingga 1000 orang perhari.

“Budaya kita kan setiap bulan Ruwah atau sebelum datang bulan Puasa kita pasti nyadran atau ziarah ke makam orang tua. Ini yang menjadi berkah bagi Desa Awu Awu karena ada makam Syech Abdul Jalal,” kata Winarto lagi.

Ia pun meyakini keberadaan makam Syeh Abdul Jalal menjadi keberkahan bagi desa maupun masyarakat. Wisata Religi di desa ini pun turut menyumbang Pendapatan Asli Desa Awu Awu.

Winarto mengemukakan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat telah berkomitmen untuk terus mengembangkan wisata religi di Awu Awu. Selain Syech Abdul Jalal, di desa ini terdapat situs Tumenggungan Awu Awu Langit serta Kedaton yakni makam raja raja Jawa yang selama ini rutin dikunjungi keluarga Keraton Yogyakarta serta Surakarta.

Ia bersyukur beberapa tahun terakhir secara statistik jumlah pengunjung cenderung mengalami tren peningkatan. Pihaknya pun berharap pengelolaan wisata religius di desa ini terus meningkat dan bisa memberi manfaat lebih banyak kepada masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Abadi Jaya Desa Awu Awu, Tri Sutarti menyebut desa memiliki potensi cukup bagus di sektor wisata. Kendati demikian saat ini pengembangan masih terfokus pada wisata religi karena antusias pengunjung masih tertuju pada Makam Syech Abdul Jalal.

“Pada bulan-bulan tertentu dari Sa’ban hingga Muharam pengunjung akan terus berdatangan. Bulan Ruwah paling tinggi. Di hari-hari bisa, dalam sebulan jumlah pengunjung hanya sekitar 13 ribu, untuk bulan Ruwah ini dalam dua pekan terakhir jumlah pengunjung sudah mencapai 16 ribu lebih. Di banding tahun lalu, tahun ini ada peningkatan,” bebernya.

Ia menyadari wisata religi di desa ini belum bisa memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap PADes. Pihaknya akan bekerja maksimal melakukan pengembangan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.

Selain Syeh Abdul Jalal, saat datang ke Desa Awu Awu Pengunjung bisa berkunjung dan Solat di Masjid Tiban yakni masjid bersejarah di awal-awal penyebaran Islam di wilayah ini. Di desa itu ada pula Petilasan Raden Joko Awu awu Langit, makam Mas Agung Wijoyo yang merupakan Murid Sunan Giri dan Petilasan Nyai Ageng Serang.

Selain itu di Desa Awu Awu juga pengunjung juga bisa mampir di Kedaton yang merupakan makam para raja Jawa terdahulu. Ada banyak pula pejuang-pejuang Agama Islam yang makamnya berada di desa ini.

Direktur BUMDes Desa Awu Awu, Hery Surana menjelaskan bahwa Makam Syech Abdul Jalal merupakan salah satu obyek wisata religi yang dikelola Pokdarwis dibawah BUMDes. Baru tiga tahun yang lalu Makam itu dikelola oleh Pokdarwis.

Untuk menunjang dan meningkatkan pelayanan bagi peziarah, Selama ini Bumdes terus mesuport anggaran dengan harapan dari pengelolaan wisata religi di desa ini bisa berkontribusi nyata bagi pendapatan BUMDes, PADes serta masyarakat melalui UMKM.

“Saat pengunjung ramai UMKM jelas turut menerima manfaatnya. Kami akan terus mendorong agar wisata di desa ini terus berkembang. Kami juga ingin kedepan pengembangan situs lain bisa dilakukan untuk memikat lebih banyak pengunjung,” katanya.(dnl)