
MetroTimes (Sidoarjo) — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan diwarnai kegiatan unik dan penuh kebersamaan. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah (Koorwil) Jawa Timur bersiap menggelar Lomba Mancing Lele yang akan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Kolam Pancing Suka Suka (SS), Desa Jumputrejo, Sidoarjo.
Kegiatan yang mengusung konsep perlombaan sekaligus hiburan masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama tiga jam perlombaan, panitia akan melakukan tiga kali pelepasan ikan lele, masing-masing satu kali setiap jam.
Ketua Panitia Lomba Mancing Lele MAKI Jatim, Mochamad Jauhary, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi MAKI Jatim dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus membangun suasana kebersamaan antara pemerintah, masyarakat dan berbagai elemen lainnya.
“Lomba ini kami kemas sebagai ajang silaturahmi dan hiburan dalam suasana perayaan kemerdekaan. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa dinikmati bersama, dengan tetap menjunjung sportivitas dan aturan perlombaan,” ujar Jauhary.
Peserta lomba berasal dari berbagai kalangan. Selain jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, MAKI Jatim juga menyediakan kuota khusus bagi masyarakat umum.
Dari total 130 lapak yang tersedia, sekitar 30 persen dialokasikan untuk peserta dari masyarakat umum. Seluruh peserta wajib mengikuti ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan panitia.
Dari sisi hadiah, lomba ini menawarkan total uang pembinaan sebesar Rp50 juta yang akan dibagikan kepada 10 kategori pemancing berdasarkan hasil tangkapan ikan lele terberat.
Tidak hanya hadiah utama, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah hiburan melalui undian nomor lapak bagi peserta yang tidak masuk nominasi pemenang. Hadiah yang disediakan antara lain satu unit motor listrik, sepeda gunung, lemari es, televisi, serta puluhan hadiah menarik lainnya.
Sistem perlombaan menggunakan metode “Get and Release”. Setiap ikan lele yang berhasil diperoleh peserta akan ditimbang terlebih dahulu secara terbuka dan disaksikan peserta lainnya. Setelah proses penimbangan selesai, ikan tersebut akan dilepaskan kembali ke kolam.
Penentuan pemenang didasarkan pada bobot ikan lele terberat yang berhasil diperoleh peserta selama tiga jam perlombaan. Panitia akan menetapkan juara pertama, kedua, ketiga serta tujuh nominasi pemenang lainnya sesuai hasil penimbangan.
Pengelola Kolam Pancing Suka Suka (SS), Pak Sitorus dan Ibu Yuli, juga telah mempersiapkan ikan lele dengan bobot rata-rata antara 8 kilogram hingga lebih dari 12 kilogram. Peserta pun diimbau mempersiapkan perangkat pancing dengan baik, terutama joran dan reel, mengingat bobot ikan yang akan diperlombakan cukup besar.
“Peserta perlu mempersiapkan joran dan reel sebaik mungkin. Dengan ukuran lele yang sudah kami siapkan, kemungkinan senar atau mata kail putus tetap bisa terjadi apabila perlengkapan tidak sesuai,” jelas pengelola kolam.
Untuk menjaga fairness, panitia MAKI Jatim juga telah menyiapkan sejumlah aturan teknis. Di antaranya larangan penggunaan pakan tertentu selama perlombaan, ketentuan hak dan kewajiban peserta, hingga aturan mengenai sah atau tidaknya ikan yang berhasil diperoleh berdasarkan posisi kail pada bagian mulut ikan.
Seluruh keputusan panitia terkait hasil perlombaan nantinya bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Jauhary mengingatkan seluruh peserta untuk datang lebih awal. Peserta diwajibkan hadir sekitar satu jam sebelum perlombaan dimulai untuk menjalani registrasi ulang sekaligus menerima jersey dan topi yang wajib digunakan selama perlombaan.
Selain itu, panitia menegaskan bahwa perlombaan menggunakan joran pancing jenis reel, bukan stik pancing model “bebekan”.
Dari perkembangan pendaftaran, antusiasme peserta terbilang tinggi. Hingga menjelang pelaksanaan, peserta dari jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mencapai sekitar 60 orang, sementara peserta dari kuota masyarakat umum tercatat sebanyak 48 orang.
Dengan jumlah lapak yang dibatasi sebanyak 130 unit, panitia optimistis seluruh lapak akan terisi pada hari pelaksanaan.
“Lapak masih tersedia bagi masyarakat yang ingin ikut. Kami optimistis sampai hari H seluruh 130 lapak bisa terpenuhi,” kata Jauhary.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi memancing, kegiatan tersebut juga akan diramaikan hiburan musik dari New Putramega di bawah pimpinan Nova Anggunardi Putra. Sejumlah artis KDI juga dijadwalkan turut tampil untuk menambah kemeriahan acara.
Dengan kombinasi perlombaan, hadiah, hiburan dan kebersamaan lintas kalangan, MAKI Jatim berharap Lomba Mancing Lele dapat menjadi salah satu kegiatan yang memperkuat semangat persaudaraan dan kegembiraan masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
(nald)









