
Metro Times (Magelang) Berbagai upaya terus dilakukan oleh seluruh masyarakat Magelang Raya (Kota Magelang dan Kabupaten Magelang) untuk merawat keutuhan bangsa di tengah-tengah perbedaan menjelang Pemilu 2019. Salah satunya dengan menggelar doa bersama di Puncak Bukit Tidar, Kota Magelang, yang bertajuk ‘Slametan Ing Pusering Tanah Jawa Merawat NKRI Menjaga Indonesia’, Minggu siang (24/3).
Kepala Desa Jambewangi, Pakis, Kabupaten Magelang, Arianto, mengatakan, bahwa konsep acara ini adalah kenduri, sebuah doa bersama masyarakat Magelang Raya untuk Indonesia, yang diakhiri dengan makan bersama (kembul bujono).
“Sebetulnya, kegiatan ini sudah lama ingin dilaksanakan. Kami memiliki keprihatinan yang sama mengenai situasi politik akhir-akhir ini. Maka kami berinisiasi untuk menggelar acara doa bersama ini untuk mengharap Indonesia tetap aman,” terang Arianto.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa, acara tersebut juga merupakan bentuk keprihatinan bersama dan keinginan masyarakat bersama untuk menjaga dan merawat keutuhan Indonesia di tengah-tengah panasnya situasi politik menjelang Pemilu 2019.
“Tentunya masyarakat Indonesia, termasuk seluruh warga Magelang Raya ingin berharap agar Indonesia berjalan dengan damai, lancar tanpa ada halangan apa pun. Maka saya bersama Wakil Bupati Magelang, Walikota Magelang, Wakil Walikota Magelang akan nderekaken Gubernur Jawa Tengah untuk doa bersama di Pusering Tanah Jawa (Puncak Bukit Tidar)” jelas Bupati Magelang.
Zaenal menuturkan, acara doa bersama ini memang sengaja di pusatkan di Puncak Bukit Tidar Kota Magelang, karena lokasi tersebut dipercaya sebagai pusernya tanah Jawa (Pusatnya Tanah Jawa).
“Dari sinilah kita akan berdoa bersama untuk menebarkan cinta bagi Indonesia,” ucapnya.
Dalam kegiatan doa bersama ini, juga terdapat 21 Gunungan sebagai representasi dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang, dan dimeriahkan dengan pentas seni Tari Soreng yang dipadukan dengan ritual doa bersama.
Selain dari Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, ratusan masyarakat dari Temanggung dan Yogyakarta pun juga turut ikut dalam kegiatan ritual doa bersama di Puncak Bukit Tidar ini.
Sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam acara doa bersama tersebut mengatakan, tujuan utama doa bersama ini tidak lain adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat, dengan harapan Bangsa Indonesia tetap aman.
“Kita memohon kepada Tuhan agar Jawa Tengah aman, agar Indonesia aman, agar Pemilu lancar dan mendapatkan pemimpin yang baik, intinya begitu,” tutup Gubernur Jawa Tengah. (Arif)




