- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Bagi Irra Chrisyanti Dewi, S.Pd., M.S.M., ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti di ruang kelas. Ilmu justru menemukan maknanya ketika mampu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Alumni Magister Sains Manajemen (MSM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) ini kini aktif sebagai Fulltime Lecturer & Quality Assurance Coordinator di School of Culinary, Food Technology & Tourism, Universitas Ciputra Surabaya. Perjalanan akademiknya mempertemukan fondasi pendidikan dengan ilmu manajemen, sebelum akhirnya membawanya semakin dekat dengan dunia pariwisata, kuliner, dan pemberdayaan UMKM.

Irra menempuh pendidikan S1 Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Surabaya pada 1997–2001. Di tengah perjalanan kariernya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM), atau yang kini dikenal sebagai Universitas Dinamika Surabaya, ia kemudian melanjutkan studi Magister Sains Manajemen di FEB UNAIR dan menyelesaikannya pada 2008. Kombinasi latar belakang pendidikan dan manajemen tersebut menjadi fondasi penting dalam kiprahnya hingga saat ini.

Perjalanan Irra sebagai akademisi tidak hanya diwarnai aktivitas mengajar. Ia juga memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia kepenulisan dan pengembangan bahan ajar.

ads

Kecintaan terhadap membaca dan menulis yang telah tumbuh sejak kecil, mendorongnya untuk mulai serius menulis pada 2011. Baginya, buku bukan sekadar karya akademik, tetapi salah satu cara untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu agar lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan.

Salah satu pengalaman awalnya adalah keterlibatan dalam penyusunan modul Manajemen Perkantoran dan Korespondensi yang terbit pada 2011, dan berbagai mata kuliah yang diampunya saat itu. Dari modul tersebut, Irra mencoba untuk mempublikasikannya menjadi buku referensi yang diperlukan untuk artikel dan jurnal keilmuan terkait.

Kebiasaan menulis tersebut kemudian berkembang menjadi produktivitas dalam menghasilkan buku referensi maupun buku ajar.

Di Universitas Ciputra, Irra membawa pengalaman akademik dan profesionalnya ke dalam berbagai mata kuliah yang dekat dengan kebutuhan industri. Ia mengampu Principles of Tourism & Hospitality Industry, Sustainable Tourism Management, Culinary Business Ethics, dan Franchise Mastery. Mata kuliah tersebut mempertemukan mahasiswa dengan berbagai aspek penting dalam industri pariwisata dan pelayanan, mulai dari pemahaman fundamental industri hingga pengembangan dan pengelolaan bisnis waralaba.

Baginya, menulis juga menjadi jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan praktis. Ilmu yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi referensi yang relevan bagi mahasiswa maupun praktisi.

Memasuki dunia pariwisata pada 2017 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan profesional Irra. Dunia tersebut mempertemukan keilmuan manajemen yang selama ini digelutinya dengan karakter industri yang dinamis.

Di lingkungan Universitas Ciputra yang memiliki perhatian kuat terhadap entrepreneurship, Irra mengembangkan keahliannya pada bidang Tourism-Culinary Business. Ia tidak hanya mengajarkan konsep manajemen, tetapi juga berusaha menerjemahkan teori menjadi pendekatan yang dapat digunakan dalam menghadapi persoalan industri.

Salah satu kontribusi yang konsisten dilakukan Irra adalah pendampingan terhadap pelaku UMKM.

Sejak 2017 hingga saat ini, ia terlibat dalam berbagai aktivitas mentoring, kunjungan UMKM, pelatihan, coaching, hingga konsultasi usaha. Pendampingan tersebut menjangkau pelaku UMKM di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan berbagai wilayah lainnya.

Keterlibatannya tidak berhenti pada pemberian materi. Ia juga turun langsung membantu pelaku usaha memahami persoalan bisnis yang mereka hadapi, termasuk pemasaran, pengembangan produk, dan pemanfaatan kanal digital.

Aktivitas pemberdayaan tersebut sejalan dengan kiprahnya di Universitas Ciputra, di mana ia aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu meningkatkan kapasitas UMKM, khususnya sektor Food & Beverage dan desa wisata.

Dalam sejumlah kegiatan, ia mendampingi pelaku usaha dalam inovasi produk, pengemasan, hingga strategi komunikasi pemasaran digital. Tujuannya sederhana: membuat pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memahami perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pasar.

Meski telah menyelesaikan studi di FEB UNAIR, hubungan Irra dengan almamater tidak berhenti setelah wisuda.

Ia masih aktif menjaga jejaring dengan sesama alumni melalui Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (IKAFE). Bahkan, ia menjadi bagian dari generasi awal ketika organisasi tersebut dibentuk dan hingga kini tetap aktif dalam jejaring alumni.

Bagi Irra, jejaring alumni bukan sekadar hubungan nostalgia dengan masa kuliah. Lebih jauh, jejaring tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kontribusi.

Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ilmu yang diperoleh dari bangku MSM FEB UNAIR dapat berkembang lintas sektor, mulai dari pendidikan, manajemen, hingga industri pariwisata dan pemberdayaan UMKM.

Berbekal perjalanan panjang sebagai akademisi sekaligus praktisi, Irra memiliki pesan khusus bagi mahasiswa UNAIR.

Menurutnya, kesempatan untuk menempuh pendidikan di UNAIR merupakan kesempatan yang sangat berharga. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkannya sebaik mungkin dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

“Kalau sudah duduk di bangku UNAIR, itu adalah kesempatan yang sangat berguna. Tidak ada alasan untuk menyia-nyiakannya,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada teori yang diperoleh di ruang kuliah.

“Mahasiswa harus melek terhadap perubahan zaman dan persoalan masyarakat. Jangan berhenti di teori. Jangan takut gagal. Semua tantangan adalah proses untuk maju dan menambah jam terbang,” lanjutnya.

Menurut Irra, mahasiswa tidak cukup hanya menunggu diajarkan. Mereka harus memiliki inisiatif untuk belajar, membaca perubahan, memahami persoalan masyarakat, dan mencari pengalaman sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, seluruh proses tersebut akan membentuk kapasitas dan karakter mereka ketika memasuki dunia profesional.

Perjalanan Irra Chrisyanti Dewi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi titik awal dari perjalanan yang jauh lebih panjang. Ilmu yang diperoleh melalui pendidikan harus terus bergerak, berkembang, dan menemukan bentuk kontribusinya di tengah masyarakat.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!