- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Ngopi Bareng itulah Tema pada acara pertemuan yang berlangsung di Aula kecamatan Purwodadi purworejo, dalam pertemuan itu membahas, Rembug Rencana Pembangunan Bandara NYAI agar tercipta suasana kondusif di wilayah perbatasan Kab Purworejo Jawa Tengah-Kabupaten Kulon Progo, D.I.Y. selasa (7/11/17) sekitar pukul 10:00 wib,

Hadir dalam acara tersebut antara lain : Kasat Polisi Pamong Praja Propinsi Jawa Tengah, Drs.Sinoeng N Rahmadi.MM, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Drs.GBPH Yudaningrat.MM, Kepala Badan Kesbangpol DIY, Agung Supriyono SH, Kepala Biro Tata Pemerintahan Pemda DIY, Drs. Beny Suharsono, Asisten Pemerintahan sekaligus Pj Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kab Purworejo, Drs.Purwanto, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kab Kulon Progo, Drs.Duana Heru S, MM, Manager Project Bandara NYIA, R.Sujiastono, Narasumber dari Bappeda DIY dan Jawa Tengah, Kasi Dal Lat Satrad 215, Kapten Lek Agus Sofya, Muspika Kec Purwodadi Purworejo, Muspika Kec Temon Kulon Progo Kades dan Ketua BPD se Kec Purwodadi Kades dan Ketua BPD se Kec Bagelen,Kades dan Ketua BPD se Kec Temon.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Prop Jawa Tengah, Drs.Sinoeng N Rahmadi.MM dalam sambutannya: Atas nama Pemprop Jawa Tengah, menghaturkan terimakasih atas izin dan tempatnya, sehingga kita dapat selenggarakan acara ini. Tentu acara ini menjadi pertanyaan bagi kita semua.

Dikatakan juga, lebih cenderung bahwa hal ini karena adanya rencana pembangunan Bandara NYIA di Kulon Progo DIY yang berbatasan dengan Purworejo Jawa Tengah.

Dengan hal tersebut kita perlu persiapkan segala sesuatunya. Dalam konteks ini kami berinisiatif bahwa persoalan tersebut diatas perlu adanya forum yang implikasinya dpt memperoleh informasi yang akurat terkait hal tersebut diatas.

ads

Bagi semua SKPD tentu ada jalan keluar berkaitan dengan efek pembangunan Bandara ini. Semoga forum ini menjadi batu pijakan dan adat kebiasaan bagi kita semua yg secara esensi sebagai wujud rembugan musyawarah mufakat berdasarkan Pancasila. Jelasnya.

Sementara itu dalam sambutanya, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kab KP, Drs.Duana Heru S, MM : Acara ngopi bareng ini, dalam rangka pembangunan megaproyek Bandara di Kulon Progo ini tentu akan berimplikasi terhadap segala bidang. Tentunya masyarakat jangan hanya menjadi penonton saja. Namun harus ikut serta disegala bidang nantinya.

Diharapkan pembangunan Bandara di Kulon Progo, Bagi Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo, bisa berdampak positif, megaproyek ini diantaranya pengembangan alun2 dan wisata di Purworejo serta bedah menoreh di Kulon Progo.

Manager Project Bandara NYIA, R. Sujiastono mejelaskan terkait pembangunan Bandara NYIA, kamungkinan informasi yang masyarakat dapatkan masih simpang siur. Didepan para tamu yang hadir dikatakan.

“Bandara NYIA akan kami bangun di Kulon Progo dengan satu runway, karena terbatasnya lahan yang ada. Target kami merupakan satu2nya bandara dengan lebar runway 60 meter. DIY sebagai kawasan Pariwisata terbesar sehingga harapannya ada besar potensi pengunjung yang akan masuk ke DIY.” Jelasnya.

Pembangunan Bandara di Kulon Progo ini salahsatunya dipicu bahwa Bandara Adi Sucipto sudah tak lagi representatif terutama dengan padatnya pengunjung. Adapun proses pembangunan saat ini baru tahap Land Clearing (pembersihan lahan). Disamping itu juga masih adanya proses konsinyasi di Pengadilan berkait pembebasan lahan. Berbagai investasi dlm pembangunan Bandara tentu akan menyedot Sumber Daya Manusia yang cukup besar, diantaranya dlm hal Pendidikan Pelatihan, Ekonomi, Infrastuktur, Jasa, Utilitas, dll.

Dalam kegiatan tersebut tentu ada ekses atau dampak baik positif maupun negatif.
Ketertiban umum juga perlu perhatian khusus. Potensi gangguan diantarnya ketertiban perizinan, ketertiban masyarakat, gangguan masyarakat.ungkap Sujiastono.(Daniel)